NABI IBRAHIM AS DALAM AL-QURAN DAN AL-KITAB

A. Latar Belakang
Siapa yang belum pernah mendengar nama Nama Ibrahim, seseorang yang sebenarnya bernama Abram (Kejadian 11:27) yang kemubian dalam islam dikenal dengan Ibrahim.
Namun mungkin tidak banyak orang yang mengetahui sejara jelas, biografi dan riwayat hidup Ibrahim. Lalu seperti apa perbandingan berkenaan dengan Ibrahim sesuai yang dijelaskan antara Al kitab dan Al Qur’an.
Oleh karena itu disinilah, akan saya dijelaskan secara singkat berkenaan dengan Ibrahim, mulai dari kelahiran hingga kewafatannya, serta perbandingan-perbandingan mengenai Ibrahim yang terdapat dalam Al-Kitab dan Al-Qur’an.
Dimana hal ini bertujuan agar pembaca dapat memahami perihal tersebut, dan dapat menjadi sedikit acuan apabila mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjelaskan hal ini.

B. Ibrahim Dalam Al-Qur’an

1. Kelahiran
Ibrahim bin Azzar bin Tahur (QS Al-An’am:75, hal 509), yang masih merupakan keturunan dari Nabi Nuh as. ini lahir pada perkiraan tahun 2.295 SM disebuah tempat bernama Faddam, di kota A’ram yang masih terletak dalam kawasan kerajaan Babilonia, dimana saat itu negeri Babilon diperintah oleh seorang Raja yang Bengis dan Zalim, ia bernama Namrudz bin Kanaan.

2. Biografi Singkat
Raja Namrudz pada saat itu mendapat pertanda bahwa disana akan lahir seorang bayi dimana saat bertumbuhnya bayi ini, kelak dia akan merebut takhta Raja Namrudz.
Bayi yang nantinya akan menjadi penentang baginya sekaligus orang yang akan membawa agama baru dan melenyapkan batu berhala. Mengetahui hal ini, Namrudzpun mengambil gerakan antisipasi yaitu dengan cara memerintahkan agar kaum wanita dan pria dipisahkan, dan jika ada bayi yang baru lahir, dia mengarahkan untuk membunuh bayi tersebut.
Namun siapa yang mampu berbuat jika Allah telah berkehendak, sehingga pada saat itu, mengandunglah istri Azzar akan tetapi dia tidak menunjukan adanya tanda kehamilan. Hingga tiba-tiba pada suatu hari dia merasakan seperti akan melahirkan.
Dia sadar, jika hal ini diketahui oleh Raja, maka pasti bayinya akan dibunuh. Sehingga dalam ketakutan, istri Azzar bersembunyi dan melahirkan bayinya disebuah gua.
Dia tinggalkan bayi itu disana, namun ajaibnya, setelah ditinggal selama satu minggu, dia terkejut karena bayinya masih hidup.Bayi inilah Ibrahim yang tumbuh dengan cepat sehingga kedua orang tuanya berani untuk membawanya pulang kerumah mereka.

3. Masa Remaja
Azzar adalah seorang pengrajin dan penjual patung, sehingga pada masa remaja Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya untuk menjajakan patung-patung buatannya.
Namun karena keimanan dan tauhid yang telah dilimpahkan Allah padanya, membuat dia tidak pernah serius dan semangat dalam menjajakan barang dagangannya, bahkan dia sering mengejek patung-patung itu.

4. Pencarian Akan Tuhan Yang Sebenarnya
Pada masa Nabi Ibrahim, kebanyakan Rakyat disana beragama Politeisme (menyembah lebih dari satu Tuhan), sehingga karena sewaktu kecil ia sering melihat ayahnya membuat patung, hal itu membuat ia berusaha mencari Tuhan yang sebenarnya.

5. Berdakwah Pada Ayah Kandungnya Sendiri
Azzar, sebagaimana kaum yang lainnya, dia merupakan seorang yang menyembah berhala.Berprofesi sebagai pengrajin patung-patung berhala yang orang-orang membelinya untuk dijadikan persembahan. Pada saat itu Nabi Ibrahim merasa bahwa sebelum ia berdakwah kepada orang lain, terlebih dahulu ia harus menyadarkan ayahnya bahwa menyembah kepada berhala adalah perbuatan yang sia-sia dan bodoh.
Dengan sopan ia menyampaikan maksudnya kepada ayahnya, bahwa ia diutus oleh Allah sebagai seorang Nabi dan Rasul dan ia telah diilhamkan dengan ilmu dan pengetahuan yang tidak dimiliki Ayahnya. Dia juga berseru kepada Ayahnya untuk meninggalkan berhala dan kembali kepada Allah (QS Maryam:43-48, hal 1070).
Mendengar hal ini, Azzar pun marah dan berkata kepada Nabi Ibrahim “Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ?Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya?Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan coba mendurhakaiku.Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini.Aku tidak sudi bercampur denganmu di dalam suatu rumah di bawah suatu atap.Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau.”
Nabi Ibrahim menerima kemarahan Ayahnya dan berkata”Wahai ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku untukmu.”

6. Menghancurkan Berhala-Berhala(QS Al-Anbiya:58-68)
Karena merasa telah gagal menyadarkan Ayahnya, ia sangat merasa sakit hati. Akan tetapi itu tidak menghentikan dia untuk tidak berdakwah. Tak henti-hentinya dalam berbagai kesempatan ia terus berdialog dengan kaumnya, dan orang-orang itu hanya mampu menjawab bahwa apa yang mereka anut hanyalah meneruskan apa yang nenek moyang mereka anut yang terus dilakukan turun temurun.
Nabi Ibrahim pada akhirnya merasa sudah tidak ada manfaatnya lagi ia berdakwah sehingga ia pun merancang sebuah rencana untuk membuktikan bahwa berhala yang kaumnya sembah memang betu-betul tidak berguna. Hingga pada suatu hari rakyat Babilonia melaksanakan tradisi tahunan mereka, dimana semua orang pergi keluar kota untuk merayakan suatu hari raya yang mereka anggap sakral.
Nabi Ibrahimpun berfikir bahwa inilah kesempatannya, ia pun berpura-pura sakit untuk tidak mengikuti tradisi tersebut. Saat semua orang pergi, berangkatlah Nabi Ibrahim dengan membawa kapak ke tempat peribadatan kaumnya.Melihat sajian-sajian yang diletakan didepan patung-patung itu, Nabi Ibrahim berkata “Mengapa kamu tidak makan makanan yang lezat yang disajikan bagi kamu ini? Jawablah aku dan berkata-katalah kamu “ Kemudian, dihancurkanlah berhala-berhala itu hingga berkeping-keping.
Saat para penduduk pulang, mereka terkejut melihat Tuhan mereka hancur berantakan.Tuduhanpun langsung dialamatkan pada Nabi Ibrahim dan mereka menuntut agar pelaku diminta pertanggungjawabannya.
Nabi Ibrahim disidang di suatu pengadilan terbuka dengan Raja sebagai hakim.Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh Raja “Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?”Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab”Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Coba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya.”Raja Namrudzpun terdiam sejenak. Kemudian beliau berkata ” Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat bercakap dan berkata mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?”Tibalah masanya yang memang dinantikan oleh Nabi Ibrahim, maka sebagai jawaban atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mereka, yang mereka pertahankan mati-matian, semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Nabi Ibrahim kepada Raja Namrudz itu”Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sihat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya difahami oleh syaitan.Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan.Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu.”
Mendengar Pidatonya, Rajapun menjadi kesal dan menjatuhi hukuman kepada Nabi Ibrahim yaitu dengan dibakar hidup-hidup.

7. Dibakar Hidup-Hidup
Tanah lapang bagi tempat pembakaran telah disiapkan, kayu bakarpun telah disusun membentuk gunung. Para pendudukpun telah datang dari seluruh kota untuk menyaksian prosesi ini. Kayu bakarpun lalu dibakar sehingga terbentuklah api yang Nampak seperti menggunung karena dahsyatnya. Kemudian dalam keadaan terikat Nabi Ibrahim dibawa kesebuah gedung lalu dilemparkannya ia kedalam tumpukan katu yang menyala itu seraya berseru “Hai api, Menjadilah engkau dingin dan selamatkanlah Ibrahim”
Merupakan suatu Mukjizat dari Allah bahwa api itu benar-benar menjadi dingin dan Nabi Ibrahim tidak sedikitpun tersentuh oleh api. Hal ini lantas membuat orang tercengang dan membuat Putri Raja akhirnya mempercayai Nabi Ibrahim yang membuat Rajapun menjadi murka.
Kedurhakaan Putri ini tentu membuat sang ayah membara, sehingga ia dan tentaranya mengejar putrinya yang lari kehutan setelah sebelumnya sang putri ikut melompat kedalam api dan juga terselamatkan.Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Nabi Ibrahim, sambil membawa adik tirinya Sarah, Azzar ayahnya serta keponakannya Luth untuk pergi melarikan diri. Dan setelah peristiwa ini, Raja Namrudz kian gelisah karena rakyatnya mulai kehilangan kepercayaan akan kekuasaannya.

C. Ibrahim Dalan Al-Kitab

1. Kelahiran
Abram, disebutkan dalam Al-kitab (kejadian 11:27) merupakan keturunan dari Terah, yang lahir pada 1812 SM. Terdiri dari tiga bersaudara yaitu Abram, Nahor dan Haran.
Haran memiliki putra bernama Lot. Sepeninggal Haran, Terah membawa pergi Anaknya, Abram dan juga menantunya, Sarai serta Lot cucunya, dari Ur-Kasdim ke tanah Kanaan. Lalu sampailah mereka di Haran dan tinggal disana hingga akhirnya Terah meninggal pada usia 205 tahun.

2. Allah Memanggil
Selepas kepergian sang ayah, Abram pertama kalinya mendapatkan wahyu dari Allah, dimana dalam wahyuNya Allah memerintahkan Abram untuk pergi meninggalkan kediamannya dan menuju ke suatu tempat, dimana disana akan menjadi bangsa yang besar yang akan memberkatinya (kejadian 12:2).
Lalu pergilah Abram beserta keluarga kecilnya dan harta benda yang mereka miliki ke tanah Kanaan. Disanalah Allah menampakan wujudNya pada Abram seraya berkata ”Aku akan berikan Negeri ini pada keturunanmu” Dan Abram membangun sebuah mezhab bagi Allah yang sudah menampakan diriNya.

3. Perjanjian Dengan Allah
Saat Abram berhasil mengalahkan raja-raja dan menyelamatkan Lot (kejadian 14:2-16), ia bertemu Raja Sodom yang menawarinya banyak harta, namun kemudian datang firman dari Allah yang mengatakan bahwa Allah akan memberikan upah yang sangat besar. Bertanya Abram pada Allah “Apa yang akan kau berikan padaku, sedangkan aku akan meninggal dalam tidak memiliki keturunan, dan budakkulah yang akan menjadi ahli warisku” (kejadian 15:2-4)
Allahpun berfirman “Orang ini tidak akan menjadi ahli warisku, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu” (kejadian 15:5).

4. Hagar Dan Ismail
Sarai adalah wanita mandul, ia tidak mampu memberikan keturunan pada Abram sehingga ia menyuruh Abram untuk menikahi Hagar, budaknya.
Abrampun setuju, ia pun menikah dengan Hagar akan mendapat keturunan, hingga mengandunglah Hagar.
Akan tetapi hal ini membuat Hagar merendahkan Sarai, sehingga Sarai menindas Hagar dan membuatnya pergi.
Saat berada di padang gurun, Hagar berjumpa dengan malaikat yang menyuruhnya untuk kembali pada majikannya dan menerima penindasannya.
Hagarpun kembali hingga akhirnya ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Ismail, sesuai perkataan malaikat (kejadian 16:15).

5. Perjanjian Sunat
Ketika Abram berusia Sembilan puluh Sembilan tahun, maka Allah menampakan diri padanya dan berfirman bahwa Allah hendak mengadakan perjanjian dengan Abram dan mengganti nama Abram menjadi Abraham (Kejadian 17:5 ) dan akan menjadikan Abraham bapa bagi sejumlah besar bangsa dan juga bagi keturunan-keturunannya.
Namun Abrahampun memiliki janji pada Allah bahwa setiap laki-laki dari keturunannya, haruslah disunat (kejadian 17:10-14).
Kemudian Allah kembali berfirman bahwa Sarai, istri Abraham kini diganti namanya menjadi Sara, dan Allah akan memberikan anak laki-laki, dan juga akan menjadikannya ibu bangsa-bangsa.
Abraham tertawa dan menganggap remeh bahwa bagaimana mungkin seorang yang sudah berumur sembilan puluh tahun melahirkan seorang anak. Lalu Allah berfirman bahwa Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan diberi nama Ishak (kejadian 17:19).

6. Kelahiran Ishak
Tuhan membuktikan janjiNya. Sarapun mengandung dan akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Ishak.
Dan ketika Ishak genap berusia delapan hari, Abraham menyunat putranya tersebut sesuai perintah Allah.

7. Kepercayaan Abraham Diuji
Setelah Abraham mengadakan perjanjian dengan Abimelekh, Allah menguji Abraham, dimana saat itu Allah memerintahkan pada Abraham supaya ia membawa putranya ishak untuk mempersembahkan dia sebagai korban bakaran pada salah satu gunung.
Esoknya Abraham beserta Ishak dan dua orang khadimnya berangkat ketempat yang diperintahkan Allah, disana iapun mempersiapkan segalanya tentang persembahan hingga sesaat sebelum Ishak disembelih, datanglah malaikat yang melarang Abraham menyembelih Ishak dan menggantinya dengan seekor domba jantan. Allahpun berfirman “Kau tidak segan memberikan ankamu padaku, maka aku akan melimpahkan padamu banyak keturunan yang akan menduduki kota-kota musuhmu” (Kejadian 22:16-17)

8. Sara Meninggal dan Abraham Menikah Lagi
Sara meninggal saat menginjak usia 127 tahun. Abraham sangat ingin istrinya untuk dimakamkan di gua Makhpela, yang terletak di ujung lading seorang Het, Efron bin Zohar, sehingga Abrahampun membeli tempat tersebut.
Setelah mendapatkannya, Sarapun dimakamkan disana, di gua Makhpela di tanah Kanaan.
Sepeninggal Sara, Abraham menikahi seorang wanita bernama Ketura yang memberinya enam orang anak, tujuh orang cucu.

9. Abraham Meninggal
Dan pada akhirnya Abraham meninggal pada Usia 175 tahun.Ia dimakamkan didekat istrinya,Sara digua Makhpela oleh anak-anaknya.
Setelah kepergian Abraham, Allah pun memberkati Ishak.

About these ads
  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: