NABI YAKUB AS DALAM AL-QURAN DAN AL-KITAB

A. Latar Belakang

Yakub, Putra Ishak yang dilahirkan saat ayahnya genap berusia enam puluh tahun, dan memiliki saudara kembar bernama Esau (Kejadian 25:25). Dan Yakub, nama yang diberikan karena saat ia keluar dari Rahim ibunya dalam posisi memegang tumit kakaknya. serta Yakub yang dimana dalam bahasa Ibrani berarti penipu, sangat sesuai dengan kisah hidupnya yang menipu saudara kandungnya sendiri,Esau serta Pamannya, Laban.
Inilah yang membuat saya tertarik untuk menguraikan secara singkat, bagaimana riwayat hidup Yakub hingga mulai dari kelahirannya hingga kewafatannya yang tentunya mengacu kepada Al-Quran dan Al-kitab.

B. Yakub Dalam Al-Kitab

1. Kelahiran

Ishak, ayah Yakub berusia empat puluh tahun ketika menikahi Ribka istrinya, ibu Yakub. Dan Ribka merupakan seorang wanita yang mandul, sehingga pada suatu hari berdoalah Ishak dan istrinya tersebut kepada Allah untuk meminta keturunan. Allah mengabulkan doa mereka hingga mengandunglah Ribka. Namun bayi yang ada dalam rahimnya tersebut seolah sedang berseteru sampai turunlah wahyu Allah yang mengatakan :

“Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu, suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba bagi anak yang muda” (Kejadian 25 :23)

Telah sampai harinya untuk melahirkan, anak kembarpun lahir dari dalam Rahim Ribka. Yang pertama lahir dengan fisik yang berbulu, ia dinamai Esau. Yang kedua lahir dengan memegang tumit kakaknya, iapun dinamai Yakub.

2. Mencuri Kesulungan Esau

Pada suatu hari saat Yakub sedang memasak sesuatu, saat Esau yang sedang dalam keadaan lelah selepas berburu meminta pada Yakub untuk mencicipi makanan yang sedang dimasaknya. Namun Yakub meminta syarat pada kakaknya ini dengan berkata “Jualah dulu padaku hak kesulunganmu itu” dan tanpa pikir panjang, Esau pun lantas menyetuji syarat dari adiknya itu.

Inilah salah atu contoh kelicikan Takub pada kala itu, namun ia tidak bisa serta merta dapat disalahkan begitu saja, karena terbukti pula bahwa Esau kakaknya, begitu memandang rendah tentang hak kesulungan ini (Kejadian 25:34).

3. Yakub Diberkati Sebagai Anak Sulung

Ishak semakin lemah fisiknya, pandangannya kabur dan tidak dapat melihat lagi, ini merupakan pertanda bahwa usianya telah lanjut.
Dan pada suatu hari, dipanggillah Esau, putra sulungnya. Ia meminta pada putranya tersebut untuk berburu dan mengolahkan untuknya makanan agar ia berkati anaknya nanti.
Pembicaraan tersebut ternyata didengar oleh Ribka, istrinya yang lalu memerintahkan pada Yakub untuk mendahului kakaknya dalam membuatkan makanan bagi ayahnya, dan supaya ia menyamar dan memberikan makanan tersebut sehinnga berkat itu akan diberikan padanya. Menyamarlah Yakub sebagai Esau pada saat itu dan Ishakpun memberkatinya (Kejadian 27:27-29).
Mengetahui hal ini Esaupun menjadi murka dan memiliki dendam pada Yakub serta berniat untuk membunuhnya.

4. Bekerja Dirumah Laban

Hukum Karma nampaknya berlaku bagi Yakub, karena disinilah, dirumah pamannya ini Yakub tertipu. Yakub Jatuh cinta pada Putri Laban yang sangat cantik bernama Rahel dan bersedia bekerja selama tjuh tahun kepada Laban demi mendapatkan Rahel. Akan tetapi Laban justru malah memberikan putri sulungnya Lea. Namun karena cintanya yang besar terhadap Rahel, akhirnya Yakub bekerja tujuh tahun lagi bagi Laban (Kejadian 29:8).

5. Yakub Manipu Laban

Setelah mendapatkan banyak anak dari Istri-istrinya, Yakub ingin berniat pulang kekampung halamannya, namun sebelum itu ia ingin upahnya selama bekerja kepada Laban agar segera dilunasi dan Laban berjanji akan segera membayarnya. Yakub “hanya” meminta kambing-domba yang hitam, berbintik-bintik, dan belang-belang sebagai upahnya (Kejadian 30:25-43) sementara Laban boleh mengambil Domba yang putih.
Saat itu Laban kembali berusaha menipu Yakub degan menyembunyikan semua domba yang berbibtik dan belang agar tak didapatkan oleh Yakub.

Akan tetapi karena Yakub berpengalaman sebagai pengembala, ia mengetahui hal ini dan diapun menggunakan keahliannya untuk balik menipu Laban. Dengan demikian singkat cerita Yakubpun memperoleh mendapatkan ternak yang bagus-bagus sedangkan Laban mendapat tenak yang jelek.

6. Berdamai Dengan Esau

Kembali kekampung halaman pastinnya membuat hatinya takut, karena mungkin saja kakaknya Esau masih memiliki dendam untuk membunuhnya. Dalam kegelisahannya tersebut, pada suatu malam Yakub bertemu dan bergelut dengan orang asing hingga fajar tiba (Kejadian 32:22-33). Yakub tidak melepaskan orang itu sebelum ia memberkatinya. Ternyata orang yang bergelut dengan Yakub itu adalah Allahnya sendiri. Allah kemudian mengganti nama Yakub menjadi Israel dan memberkatinya.
Tibalah saat Yakub harus bertemu dengan Esau, dan dalam pandangan merendah Yakub menunjukan penyesalannya. Yakub memberikan banyak sekali persembahan hingga melunaklah hati Esau dan iapun berdamai dengan adiknya tersebut (Kejadian 33:1-20).

7. Kewafatan

Sebelum Yakub wafat, Rahel istrinya wafat terlebih dahulu. Saat itu Rahel mengandung putra keduanya bagi Yakub, namun kelahiran ini terasa begitu sulit, sehingga pada saat putranya lahir, Rahelpun wafat.
Yakub memberi nama pada putranya ini dengan sebutan Benyamin, dan Rahel ia makamkan di pinggir jalan Efrata, di Bethelem.
Sedangkan Yakub meninggal di Mesir karena saat itu ia dan anak-anaknya pindah ke sana untuk bergabung dengan Yusuf yang menjadi raja muda di negeri itu yang disebabkan pula wabah kelaparan yang menimpa kanaan saat itu. Namun ia dikuburkan bersama nenek moyangnya di gua, di ladang Makhpela, di tanah Kanaan (Kejadian 49:29-32).

C. Yakub Dalam Al-Quran

1. Kelahiran

Yakub dilahirkan pada 1837 SM dan merupakan cikal bakal dari kaum yang kita kenal sekarang dengan sebutan Bani Israil. Memiliki dua orang istri dan dua orang gundik dimana dari keseluruhannya, Yakub memiliki 12 orang putra dan 2 orang putri.

2. Riwayat Singkat

Nabi Yakub as merupakan putra dari Nabi Ishak as dan cucu dari Nabi Ibrahim as. Ibunya bernama Rifkah binti Azar yang itu artinya, ibunya tersebut merupakan saudari dari kakeknya, ialah Ibrahim.
Yakub memiliki saudara kembar yang bernama Ishu. Kedua saudara kembar ini
tidak pernah rukun dan tidak memiliki rasa kasih sayang diantara keduanya. Bahakan Ishu menaruh dendam dan iri hati kepada saudaranya tersebut dikarenakan dia yang selalu dimanjakan dan mendapat kasih sayang lebih dari ibunya.
Hubungan kedua kembar ini semakin memburuk ketika Ishu mengetahui bahwa ibunya mengajukan Yakub ketika ayahnya menyuruh mereka datang untuk didoakan dan diberkahi, sedangkan ia tidak diberitahu akan hal tersebut yang karenanya ia tidak mendapat doa dan berkah dari ayanhya.
Yakub menjadi takut melihat sikap saudaranya tersebut yang selalu mengancamnya, oleh karenanya Yakubpun mengeluh pada ayahnya :
“Wahai ayahku! Tolonglah berikan fikiran kepadaku, bagaimana harus aku menghadapi saudaraku Ishu yang membenciku,mendendam dengki kepadaku dan selalu menyindirku dengan kata-kata yang menyakitkan hatiku, sehinggakan menjadikan hubungan persaudaraan kami berdua renggang dan tegang, tidak ada saling mencintai dan saling menyayangi. Dia marah kerana ayah memberkati dan mendoakan aku agar aku memperolehi keturunan soleh, rezeki yang mudah dan kehidupan yang makmur serta kemewahan . Dia juga menyombongkan diri dengan kedua orang isterinya dari suku Kan’aan dan mengancam bahwa anak-anaknya dari kedua isteri itu akan menjadi saingan berat bagi anak-anakku kelak di dalam pencarian dan penghidupan dan macam-macam ancaman lain yang mencemaskan dan menyesakkan hatiku. Tolon dengan cara kekeluargaan”

Nabi Ishak yang memang sudah sangat kesal dan bosan melihat ketidakakuran kedua putranya ini yang makin menjadi, ia pun berkata pada Yakub :
“ Wahai anakku, karena umurku yang sudah lanjut,aku tidak dapat menengahi kamu berdua. Ubanku sudah menutupi seluruh kepalaku, badanku sudah membongkok, raut mukaku sudah berkerut dan aku sudah berada di ambang pintu perpisahan dari kamu dan meninggalkan dunia yang fana ini. Aku khawatir bila aku sudah menutup usia, gangguan saudaramu Ishu kepadamu akan makin meningkat dan ia secara terbuka akan memusuhimu, berusaha mencari kecelakaan mu dan kebinasaanmu. Ia dalam usahanya memusuhimu akan mendapat sokongan dan pertolongan dan saudara-saudara iparnya yang berpengaruh dan berwibawa di negeri ini. Maka jalan yang terbaik bagimu, menurut fikiranku, engkau harus pergi meninggalkan negeri ini dan berhijrah engkau ke Fadan Aram di daerah Iraq, di mana bapa saudaramu yaitu saudara ibumu, Laban bin Batuil. Engkau dapat mengharap dikawinkan kepada salah seorang puterinya. Oleh yang demikian, menjadi kuatlah kedudukan sosialmu, agar disegani dan dihormati orang karena kedudukan mertuamu yang menonjol di mata masyarkat. Pergilah engkau ke sana dengan iringan doa daripadaku. Semoga Allah memberkati perjalananmu, memberi rezeki murah dan mudah serta kehidupan yang tenang dan tenteram”.
Nasihat dan anjuran Ishak didengar Yakub. Menyadari dalam anjuran ayahnya ada jalan keluar yang dikehendaki untuk pergi dari buruknya hubungannya dengan Ishu, ia memutuskan untuk mengikuti saran itu, dia akan dapat bertemu dengan bapa saudaranya dan anggota-anggota keluarganya dari pihak ibunya . Yakub segera berkemas-kemas dan membungkus barang-barang yang diperlukan dalam perjalanan dan dengan hati yang terharu serta air mata yang tergenang ia berpamitan kepada ayahnya dan ibunya ketika akan meninggalkan rumah.
3. Tiba di Iraq

Dalam perjalanannya menuju rumah pamannya, Yakub mendapatkan mimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya bahwa ia dikurniai rezeki yang luas, penghidupan yang aman damai, keluarga dan anak cucu yang soleh dan berbakti serta kerajaan yang besar dan makmur. Yakub bangun dari tidur dan menyadari bahwa apa yang baru saja ia lihat adalah mimpi, Iapun melanjutkan perjalanan ke Fadan Aram dan setelah sampai disana ia bertemu dengan seorang wanita cantik yang ternyata merupakan putri dari Laban, yaitu Rahil.
Sesampainya dirumah Laban, Yakub disambut dengan tangis bahagia pamannya dan iapun menjelaskan maksud kedatangannya bahwa ia datang membawa pesan sang ayah agar Ishak dan Laban menjadi besan. Pesan tersebut di terima oleh Laban, dia setuju akan mengawinkan Yakub dengan salah seorang puterinya. Akan tetapi sebagai mas kahwin, Yakub harus memberikan tenaganya, bekerja pada calon mentuanya selama tujuh tahun.

Yakub setuju dengan syarat-syarat yang dikemukakan oleh Laban. Bekerjalah Yakub sebagai seorang pengurus perusahaan peternakan terbesar di kota Fadan Aram itu.
Tujuh tahun sudah dilaui oleh Yakub, Yakubpun menagih janji Laban padanya untuk dijadikan menantunya. Laban menepati janjinya dengan memberikan Laiya, kakak Rahil sebagai istrinya. Namun Yakub menolak karena wanita yang ia inginkan adalah Rahil. Dijelaskanlah oleh Laban bahwa tradisi disana, putri yang lebih tua terlebih dahululah yang harus dinikahkan. Akan tetapi karena Laban tidak mau mengecewakan keponakannya tersebut ia pun menjanjikan akan memberikan Rahil pada Yakub setelah tujuh tahun pertama.
Tujuh tahun sudah berlalu, Yakubpun menikahi Rahil, wanita pertama yang dicintainya sejak awal pertemuan mereka di Fadan Aram. Dan Kepada masing-masing puterinya, Laban memberikan seorang budak perempuan. Kepada Laiya ia memberikan budak perempuan bernama Zulfa, dan kepada Rahil ia memberikan budak perempuan bernama Balhah. Laiya dan Rahil kemudian memberikan sahaya mereka untuk diperistri pula oleh Ya’qub, sehingga istri Ya’qub menjadi 4 orang, dengan dua belas putra dan dua putri.

• Laiya :
o Rubin
o Syam’un
o Lawway
o Yahuda
o Yasakir
o Zebulaon
o Dina
• Rahil:
o Yusuf
o Bunyamin
o Yathirah
• Balhah :
o Dann
o Naftali
• Zulpa :
o Jaad
o Asyir

  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: