Taman Getsemani

Taman Getsemani.

Getsemani (bahasa Yunani: ΓεσΘημανι, Gesthēmani bahasa Ibrani: גת שמנים, Aram גת שמנא, Gat Šmānê) adalah sebuah taman di kaki bukit Zaitun di Yerusalem, Israel dan dipercaya sebagai tempat Yesus berdoa yang terakhir kalinya sebelum disalibkan.

Etimologi
Kata Gethsemane muncul pada Injil Matius dan Injil Markus berbahasa Yunani sebagai Γεθσημανἱ (Gethsēmani). Kata ini berasal dari Assyria ܓܕܣܡ (Gaṯ-Šmāne), yang artinya “alat pemeras (penghasil) minyak”. Matius 26:32 dan Markus 14:32 menyebutnya χωρἰον (kho-ree’-on) atau “tempat”. Injil Yohanes 18:1 mengatakan Yesus memasuki sebuah “taman” κῆπος (kēpos) bersama dengan murid-muridnya.
Lokasi
Berdasarkan Perjanjian Baru, Taman Getsemani adalah tempat dimana Yesus dan murid-muridnya sering berkunjung, yang mana memudahkan Judas untuk menemukan Yesus pada malam penangkapan-Nya. Didekat taman ini terdapat Gereja Segala Bangsa atau dikenal juga dengan Gereja Agony, dibangun dibekas reruntuhan gereja yang dihancurkan oleh pemerintahan Sassanids ditahun 614M dan gereja dimasa “Perang Salib” dihancurkan pada tahun 1219. Dekat dengan lokasi ini terdapat Gereja Rusia Ortodox bernama Santa Maria Magdalena dengan kubah warna emas (Byzantin / gaya Rusia), dibangun oleh kekaisaran Rusia Alexander III untuk mengenang mendiang ibunya.
Tempat Ziarah
Berdasarkan Lukas 22:43-44, disana Yesus sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” Menurut tradisi Ortodoks, Getsemani adalah taman tempat makam Perawan Maria yang dikuburkan oleh murid-murid Yesus dan diyakini masuk ke surga setelah kenaikan-Nya di Bukit Zion. Taman Getsemani menjadi pusat ziarah pada awal masa peziarah umat Kristiani. Pada tahun 333M Getsemani telah dikunjungi peziarah tak dikenal dari Bordeaux (Pilgrim of Bordeaux), dimana rute perjalanan Burdigalense (Itinerarium Burdigalense) adalah catatan awal yang ditinggalkan oleh penjelajah Kristiani di Tanah Suci. Dalam Onomasticon (ilmu yang mempelajari nama-nama diri atau asal usul nama), Eusebius (seorang Uskup) dari Kaesarea (distrik utara Israel) mencatat bahwa lokasi Getsemani berada “dikaki bukit Zaitun” dan dia menambahkan “orang-orang yang percaya terbiasa pergi kesana untuk berdoa”. Pohon Zaitun tua yang tumbuh di taman ini disebutkan berumur 900 tahun.

About these ads
  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: