Biografi Nabi Daud as menurut Al-Kitab dan Al-Qur’an

I. Menurut Alkitab

A. Latar belakang keluarga

Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai (1 Sam 17: 12). Beliau dilahirkan dikalangan keluarga yang rendah dan miskin (1 Sam 18: 23). Beliau sehari-hari mengembalakan kambing domba ayahnya (1 Sam 16: 11; 17: 34). Dari sinilah jiwanya terdidik sebagai seorang yang pemberani (1 Sam 17: 34-35) dan terbukti ketika beliau mengalahkan seorang pendekar Filistin, Goliat.(1 Sam 17: 48-51)

B. Pengurapan Daud dan Daud di istana Saul

Sesudah Allah membuang Saul dari kedudukannya sebagai raja israel, maka Allah mengangkat Daud sebagai penggantinya. Diceritakan bahwa Samuel gundah dengan tingkah-laku Saul yang sudah tidak mentaatinya( 1 Sam 16: 1). Sesuai petunjuk Allah, Samuel pun mengurapi seorang anak dari orang Betlehem tanpa sepengetahuan Saul (1 sam 16: 2, 12). Sebagai akibat dari tindakan tuhan itu ialah undurnya roh Tuhan dari Saul (1 Sam 16: 14). Setiap kali roh jahat itu menguasai dirinya sampai-sampai terlihat seperti gila (Ensiklopedi Alkitab masa kini Jilid I), ia meminta agar didatangkan seorang yang pandai memainkan kecapi. Terdengarkah kabar bahwa seorang anak laki-laki Isai pandai bermain kecapi (1 Sam 16: 18). Maka Saul pun mengirim seorang suruhan untuk mengantarkan pesan kepada Isai Saul meminta anaknya, Daud, untuk menghadap Saul (1 Sam 16: 20). Demikianlah Daud sampai kepada Saul di istananya dan sejak itu Daud menjadi pelayan Saul. Ia selalu memainkan kecapinya tatkala roh jahat kembali hinggap padanya, sehingga Sul pun menjadi suka padanya. ( 1 Sam 16: 22-23)

C. Rasa permusuhan Saul terhadap Daud
Semula hubungan antara Saul dan Daud berjalan dengan baik. Akan tetapi hubungan itu mulai berubah sejak peristiwa yang sangat terkenal yaitu Goliat, seorang raksasa unggulan Filistin yang tingginya 6 hasta sejengkal dengan pakaian perang yang luar biasa, berhasil ditumbangkan oleh Daud (1 Sam 17: 50) tanpa mengenakan baju perang (1 Sam 17 :39).
Awalnya Saul memang bersuka cita atas kemenangan itu. Akan tetapi amarahnya naik setelah mendengar nyanyian kaum perempuan israel yang menyongsong kedatangannya:
“Saul mengalalahkan beribu-ribu musuh,
tetapi Daud berlaksa-laksa”
Saul, tidak seperti anaknya Yonatan, sangat iri kepada Daud dan tentang itu tertulis “Sejak hri itu maka Saul selalu mendengki Daud” (1 Sam 18: 9)
Kadar persahabatan persahabatan Saul terhadap Daud terus merosot. Akibatnya pahlawan nasional muda itu harus melarikan diri dari sergapan Saul yang ingin membunuh Daud entah bagaimana caranya. Pernah suatu kali ketika Daud sedang memaikan kecapi untuk Saul, roh jahat kembali hinggap ke Raja itu (Saul). Saul mengambil melemparkan tombak yang ada di tangannya ke arah Daud. Tetapi Daud berhasil mengelakannya (1 sam 18: 11).
Saul juga mengingkari perjanjiannya dengan Daud bahwa ia akan memberikan anak perempuannya bagi siapa yang berhasil mengalahkan Goliat (1 Sam 17: 25). Saul malah mengawinkannya dengan laki-laki Meloha bernama Adriel (1 Sam 18: 19). Akan tetapi anak perempuan saul lainya jatuh cinta pada Daud yaitu Mikhal. Saul berfikir biarlah anaknya menjadi jerat bagi Daud dan biarlah orang Filistin yang memukulnya (Daud). Maka dengan perjanjian mas kawin seratus kulit khatan orang Filistin, Saul bermaksud supaya orang-orang Filistin mampu menjatuhkannya. Akan tetapi tidak. Sehingga jadilah Mikhal sebagai istri Daud. (1 Sam 18: 25-27)
Daud harus terus menerus lari dari pemburuan Saul yang timbul dari kedengkian yang tidak mengenal belas kasihan. Tidak ada tempat persembunyian bagi Daud yang dapat dipakai untuk waktu yang lama. Imam-imam yang memberikan perlindungan bagi Daud akan dihukum oleh saul (1 Sam 22: 6-19).

D. Menjadi raja di Hebron
Sesudah raja Saul meninggal, Daud menanyakan kehendak Allah dan ia dibimbing kembali ke tanah Yehuda, ke daerah sukunya sendiri. Di sinilah dia diurapi menjadi raja oleh teman-teman sesukunya, dan menjadikan Hebron kota kedudukan raja. Pada saat itu umurnya 30 thn dan memerintah di Hebron 7½ tahun. Selama 2 tahun pertama pemerintahannya, terjadi perang saudara antara pendukung Daud dan penghuni-penghuni istana Saul, yang menobatkan Esybaal (Isyboset), anak Saul, menjadi raja di Mahanaim. Bisa saja dianggap bahwa Esybaal tidak lebih dari boneka yang dikendalikan ‘Oleh Abner, panglima Saul yang setia. Dengan matinya kedua orang ini karena terbunuh, maka berakhirlah perlawanan yang terorganisir terhadap Daud. Ia diurapi menjadi raja atas ke-12 suku Israel di Hebron, dan dari sana segera ibukotanya dipindahkan ke Yerusalem (2 Samuel pasal 3-5).

E. Menjadi raja di Yerusalem
Sekarang mulailah masa paling gemilang dalam pemerintahan raja Daud yang berusia lama itu, yang masih akan berjalan selama 33 tahun lagi. (2 Sam 5:4-5) Dalam diri Daud terpadu dengan baik sekali keberanian pribadi dengan’ keterampilan sebagai panglima dan dengan bakat ini ia memimpin bangsa Israel menundukkan musuh-musuhnya secara teratur – yaitu orang Filistin, Kanaan, Moab, Arnon, Aram, Edom dan Amalek – sehingga namanya tertulis dalam sejarah, sama sekali lepas dari arti pribadinya dalam rencana pelepasan Allah.
Kelemahan yang pada saat itu timbul serentak menimpa kekuatan-kekuatan yang ada di daerah Nil dan Efrat memberikan kemungkinan baginya, dengan jalan menaklukkan dan dengan jalan persekutuan, untuk memperluas daerah pengaruhnya dari perbatasan Mesir dan Teluk Akaba ke daerah Efrat hulu. Sesudah menaklukkan benteng orang Yebusi, bernama Yerusalem, yang dianggap orang pada waktu itu tak tertaklukkan, ia menjadikan kota itu ibukota kerajaannya. Dari situlah ia mengendalikan kedua bagian utama kerajaannya, yang di kemudian hari terbagi dua menjadi kerajaan Yehuda dan Israel. Dibangunnya sebuah istana, dibukanya jalan-jalan raya, dipulihkannya jalan-jalan perdagangan sehingga kemakmuran kerajaan itu terjamin.
Tapi tak mungkin melulu hal itu yang utama, yang menjadi cita-cita dari ‘seorang yang berkenan di hati TUHAN’ (1 Samuel 13:14). Maka segera kelihatan bukti dari kegairahan Daud dalam soal keagamaan. Dibawanya tabut perjanjian dari Kiryat- Yearim dan ditempatkan dalam Kemah Suci yang dibangun khusus untuk itu di Yerusalem. Waktu membawa tabut perjanjian itu terjadi suatu peristiwa yg mengakibatkan kematian Uza (2 Samuel 6:6-8). Banyak dari peraturan keagamaan yang memperkaya kebaktian Bait Suci di kemudian hari, bermula pada susunan kebaktian dalam Kemah Suci, yang dibuat oleh Daud pada waktu ini. Dengan demikian, sebagai menambah pentingnya kedudukannya dari segi. strategi dan’ politik, Yerusalem menuntut arti keagamaan yang masih lebih besar lagi, dan dalam pengertian inilah nama Yerusalem selalu dihubungkan sejak saat itu.

F. Dosa Daud
Kitab Suci Ibrani dan Kristen tidak melihat Daud sebagai tokoh yang serba sempurna, karena ternyata ia pun pernah terjatuh ke dalam dosa. Suatu hari Daud sedang berjalan-jalan di atap istananya. Dari atas ia melihat Batsyeba yang cantik jelita. Sayang sekali ternyata Batsyeba adalah istri Uria, panglima perang Daud sendiri. Dengan berbagai tipu muslihat Daud akhirnya berhasil menyingkirkan Uria, dan ia pun memperistri Batsyeba. Namun Allah mengetahui kebusukan Daud, dan melalui Nabi Natan, Allah menegur Daud. Daud menyesali dosa-dosanya (2 Samuel 12:1-25).

G. Pengangkatan Salomo
Raja Daud sudah tua dan lanjut usia. Ketika itu tampilah Adonia, anak Hagit meninggikan dirinya menjadi raja tanpa sepengetahuan Daud. Ia telah menyemblih banyak lembu, domba dan ternak dan ia telah mengundang semua saudaranya kecuali nabi Natan, Benaya, para pahlawan, dan Salomo.
Lalu, pergilah menghadap Bersyeba, ibu Salomo ke raja Daud. Ia mengatakan bahwa daud telah bersumpah akan mengangkat Salomo menjadi raja. Lalu daud pun mengangkatnya sebagai orang yang akan menggantikan tahta kerajaan sesudahnya.( 1 Raj 1: 1-31)

H. Persiapan untuk pembangunan Bait Allah
Dalam 1 Taw 22: 7-16 daud berkata kepada Salomo demikian:
Kata Daud kepada Salomo: “Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kau tumpahkan sangat banyak darah dan telah kau lakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kau tumpahkan ke tanah di hadapan-Ku.Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya.

I. Kematian Daud
Sebelum kematiannya Daud pun sempat berpesan pada anaknya Salomo. Setelah itu ia pun wafat dan dikuburkan di kota Daud. Dan Salomo pun duduk di atas tahta tahta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh. Diceritakan bahwa umurnya adalah 70 tahun.

II. Menurut Al-Quran Terjemahan Ahmadiyyah
Dalam hal ini, saya tidak akan menceritakan secara detail mengenai sejarah nabi Daud as karena memang demikian yang ada di Quran Jemaat. Jadi saya hanya akan menyampaukan beberapa poin mengenai nabi Daun yang ada di Al-Quran jemaat termasuk yang terdapat di dalam tafsirnya.

Poin 1. Thalut bukanlah Saul
Diceritakan hampir persis sama apa yang ada di alkitab dan alquran mengenai permintaan kaum israel agar diangkatnya seseorang yang akan memimpin mereka. Di dalam al-Quran diceritakan di dalam surah Al-Baqarah ayat 247-248 demikian:
Tidaklah engkau memperhatikan ihwal para pemuka Bani Israil sesudah Musa, ketika mereka, “Angkatlah bagi kami seorang raja , supaya kami dapat berperang di jalan Allah swt.. ” Berkata ia, ”Apakah barangkali kamu tidak akan berperang jika berperang diwajibkan atasmu ?” Berkata mereka, “Mengapakah kami tidak akan berperang di jalan Allah swt. jika kami telah diusir dari rumah-rumah kami dan dipisahkan dari anak-anak kami ?” Tetapi tatkala diwajibkan atas mereka berperang, berpalinglah mereka. Dan Allah swt. Maha Mengatahui orang-orang aniaya. Dan, berkata nabi mereka kepada mereka, “Sesungguhnya Allah swt. telah mengangkat Thalut menjadi raja bagimu.” Berkata mereka, “Bagaimana ia bisa mempunyai kerajaan atas kami, padahal kami lebih berhak mempunyai kerajaan daripadanya, dan ia tidak diberi berlimpah-limpah harta ?” Berkata ia, “ Sesungguhnya Allah swt. telah melihatnya atasmu dan melebihkannya dengan keluasan ilmu dan kekuatan badan.” Dan Allah swt. memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah swt. Maha Luas, Maha Mengetahui.(2:247-248)
Adalah kekeliruan beberapa ahli tafsir yang menyatakan bahwa Thalut yang diceritakan disini adalah Saul. Thalut yang diceritakan disini adalah nama sifat dari seorang raja Bani Israel yang hidup kira-kira 200 tahun sebelum nabi Daud as. Thalut disini lebih cocok dengan Gideon (Hakim 6-8) dari pada Saul. Salah satu buktinya adalah dari kitab Hakim-Hakim 7: 6-7 kita mengetahui bahwa sesudah cobaan dengan perantaraan air itu (Hakim 7: 4-7), orang-orang yang tinggal bersama-sama dengan Gideon adalah 300 orang. Sangat menarik bahwa seorang sahabat Rasulullah saw diriwayatkan pernah bersabda bahwa “Kami berjumlah 313 orang dalam perang Badar, dan jumlah itu sesuai dengan jumlah orang yang mengikuti Thalut” (Tarmidzi, bab Syiar). Selain itu, jika diligat dari akar kata, kata ‘Thalut’ dan ‘Gideon’ berasal dari akar kata yang sama dari bahasa ibrani yang artinya “menumbangkan” (Enc. Bib) atau “menebang” (Jew. Enc).(Tafsir Quran JAI no. 307)

Poin 2. Mengenai Tabut
Kata ‘Tabut’ memiliki 3 arti:
1. Peti atau kotak
2. Dada atau rusuk dengan apa yang dikandungnya seperti hantung dan sebagainya (Lane)
3. Hati yang merupakan gudang ilmu, kebijakan, dan keamanan (Mufradat)
Penjelasan tentang Tabut dalam surah Al-Baqarah ayat 249 ialah “yang didalamnya mengandung ketentraman dari tuhanmu”. Jadi arti kata Tabut yang paling tepat untuk dipakai adalah ‘dada’ atau ‘hati’. (Tafsir Quran JAI no 308)
Poin 3. Mengenai Jalut
Jalut dalam surah Al-Baqarah: 250-252 memiliki 2 makna:
1. Makna kelompok atau kaum, yaitu kaum Midian yang menjarah dan menyerang Bani Israel dan membinasakan tanah mereka untuk beberapa tahun.
2. Makna perseorangan, yaitu Goliat yang berhasil ditumbangkan oleh Daud dan disebut-sebut sebagai suatu kekalahan yang besar dalam ayat ini. (Tafsir Quran JAI no. 310A-312)
Poin 4. Kitab Zabur
Dalam surah An-Nisa: 164 diceritakan bahwa Allah Ta’ala memberikan Zabur kepada Daud yang merupak kitab Hikmat.
Poin 5. Pembelaan terhadap Daud
Ada sebuah pembelaan Al-Quran untuk Nabi Daud atas tuduhan keji yang diceritakan di dalam Alkitab. Dalam al-Quran (38:26) Allah TA’ala berfirman “Maka Kami mengampuni baginya kelemahan itu ; dan sesungguhnya ia mempunyai kedudukan akrab di sisi Kami dan sebaik-baik tempat kembali.”
Kalimat yang dicetak tebal diatas menunjukan bahwa Nabi Daud as tidak menderita kerusakan akhlak atau kelemahan ruhani, dan dengan jitu sekalimelenyapkan dan membinasakan tuduhan keji seakan-akan Nabi Daud as telah melakukan zina seperti yang dituduhkan Alkitab terhadap beliau (2 Sam 11: 4-5). (Tafsir Quran JAI no. 2526)
Poin 5. Kekuasaan dan Kejayaan
1. Diceritakan bahwa kepada Nabi Daud akan ditundukan gunung-gunung dan burung-burung. Maksud dari gunung-gunung ini ialah orang-orang besar ataupun dapat berarti pula “orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan,” SEBAB ada-kalanya nama suatu tempat dipakai juga untuk orang yang mendiaminya (12:83). Jadi, bahwa “gunung” ditundukkan untuk berkhidmat kepada Daud as. dapat mengandung arti, beliau menaklukkan dan menguasai kabilah-kabilah liar serta biadab yang mendiami daerah pegunu nungan. Beliau seorang penakluk agung dan pengedali suku-suku bangsa pegunungan yang buas itu. Bible pun menunjuk kepada penundukan suku-suku pegunungan oleh Daud as. ( Samuel, bab 5). Sedangkan burung-burung dapat diartikan para rohaniawan yang bermatabat tinggi. Kata “burung “ dapat pula berarti burung-burung yang sebenarnya. Dalam artian ini, makna nya ialah, bahwa Daud as. mempergunakan burung-burung yang telah dilatih secara khusus, untuk tujuan membawa berita dan pesan di masa peperangan. Kata ini dapat pula menunjuk kepada kawanan-kawanan burung yang mengikuti lasykar-lasykar Daud as. yang unggul di medan perang, dan berpesta-pora makan bangkai-bangkai prajurit-prajurit yang tewas. (Tafsir Quran JAI no. 1907)
2. Dalam Al-Quran (21:81) diceritakan “Dan Kami mengajar dia membuat baju besi bagimu supaya dapat melindungi dari pertempuranmu. Maka apakah kamu mau bersyukur?” Yang diisyaratkan dalam ayat ini ialah kekuatan militer Daud as. dan tentang keahlian beliau yang besar dalam membuat alat-alat perang dan baju-baju besi sebagaimana yang juga disebutkan dalam surah As-Saba’ ayat 11 yaitu ”Kami menjadikan besi lunak baginya”. Daud as. menemukan dan mengembangkan berbagai macam alat senjata, yang dengan mempergunakan alat-alat itu, beliau memperoleh kemenangan-kemenangan besar. Di masa pemerintahan beliau kerajaan Israil mencapai puncak kekuasaannya. Masa itu merupakan zaman keemasan dalam sejarah Bani Israil. (Tafsir Quran JAI no. 1908)
3. Nabi Daud as. adalah seorang juru perang besar dan seorang negerawan yang berkuasa dan cerdik. Beliau adalah pendiri keturunan raja-raja Yudea, dan pembangun kerajaan Ibrani yagn sebenarnya. Dengan perantaraan beliau segala suku bangsa Israil dari Dan sampai Birsyeba menjadi bersatu-padu dan terorganisir menjadi bangsa yang gagah perkasa, dan kerajaannya membentang dari sungai Efrat sampai sungai Nil. Nabi Sulaiman as. menjadikan kerajaan, yang beliau warisi dari ayah beliau, kokoh-kuat. Beliau seorang raja besar dan baik pula. Beliau memperluas dan mengembangkan perdagangan dan perniagaan negeri beliau dengan pesatnya. Beliau adalah pembangun ulung di antara raja-raja Bani Israil dan termasyhur dengan pembangunan rumah peribadatan di Yerusalem yang terkenal itu, dan menjadi kiblat kaum Bani Israil. (Tafsir Quran JAI no. 2151)
III. Kesimpulan
A. Persamaan
- Sama-sama menceritakan kemenangan atas Goliath
- Sama-sama menceritakan kekuasaan Daud yang besar

B. Perbedaan
- Adanya perbedaan nama tokoh seperti Jalut dengan Goliath
- Adanya perbedaan umur yakni Alkitab mengatakan umurnya ketika meninggal adalah 70 tahun, sedangkan menurut Ensiklopedi Islam untuk Pelajar mengatakan bahwa umur beliau adalah 100 tahun 6 bulan.

C. Perselisihan
- Al-Quran membela Daud atas tindakan pelecehan yang dilancarkan Alkitab terhadap Daud.

About these ads
  1. No trackbacks yet.

You must be logged in to post a comment.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: