AHMADIYAH DI MATA ORIENTALIS

Jika anda termasuk orang yang bepikir bahwa sejarah adalah urusan masa lalu , mungkin anda perlu berpikir ulang.
Ketika Negara – Negara yang mayoritas berpenduduk muslim di kalahkan dan di jajah oleh Negara barat, para penjajah menggunakan semua sarana yang ada untuk meyakinkan, kaum muslimin tersebut tentang inferioritas mereka dalam rangka untuk membenarkan dan bersifat cooperative terhadap pendudukan asing. Tokoh – tokoh orientalis barat menghibur orang – orang muslim, berusaha bersahabat dan menganggap kaum muslim adalah bangsa yang ramah dan toleran .
Sementara tanpa kaum muslim sadari, para orientalis sebenarnya adalah “penasihat utama para Gubernur jenderal di wilayah jajahan yang bertugas sebagai penghubung / missionaries untuk menyelidiki daerah – derah di wilayah jajahan.
Tugas utama dari orientalis ini adalah melaporkan semua keadaan yang berhubungan dengan : politik, agama, adat istiadat serta masalah sosial lainya. Munculnya sosok – sosok ini di Negara kita , menyebabkan system politik yang di canangkan oleh kekuatan kolonial menuai sukses, salah satunya adalah : ”Devide Et Impera”.
CHRISTIAN SNOUCK HURGRONJE
Orientalis kelahiran Thalen Ousterhout, Negeri Belanda pada tanggal 3 februari 1857 ini adalah Orientalis paling kontroversial di Indonesia. Untuk memuluskan tujuanya menggali informasi mengenai umat islam, ia rela berpura – pura masuk islam. Oleh ayah dan kakeknya yang menjadi pendeta Protestan di belanda, ia di arahkan untuk menjadi pendeta. Namun Snouck tidak kerasan dan memilih meneruskan kuliah di Universitas Leiden jurusan sastra Arab. pada tahun 1875, ia mendapatkan preedikat ‘ cum laude “ untuk di sertasi dokter dalam bidang bahasa semit dengan di sertasi ‘’Het Meekansche Feest “( festival mekah ). Tidak puas dengan studinya di leiden, tahun 1884 ia pergi ke Mekah untuk menggali kebudayaan Arab dan berbagai aspek islam di tempay yang netral dari kolonialisme. Namun untuk tujuanya itu, ia rela menyatakan masuk islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar”
Masa tinggal Christian Snouck Hurgronje di Mekah menbuka aspek – aspek kehidupan di Indonesia yang sama sekali baru dan sampai saat itu tak di ketahui.
Salah satu hal yang di lakukan Snouck ketika dia tiba di indonesia dalam kapasitas sebagai penasihat pemerintah Hindia Belanda adalah keyakinan para pejabat bahwa mereka tidak perlu takut pada pengaruh para ” haji ” dan bahwa tidaklah bijaksana memperlakukan orang – orang ini dengan kecurigaan yang tak berdasar. Snouck sudah belajar bahwa Mekah bukan hanya pusat religious tapi juga pusat politik bagi kepulauan Indonesia dan dia berpandangan bahwa kebijaksanaaan terbaik adalah berteman dengan pemimpin – pemimpin islam di kota suci itu, kemudian nasihatnya di ikuti dan hasilnya bagus.
Tidak lama setelah pemerintah Hindia Belanda menjalankan saran – saran hasil penelitian Snouck, Aceh yang selama hampIr 1 abad penguasaan Belanda atas Indonesia tidak dapat di taklukan akhirnya dapat di taklukan juga . atas jasa – jasanya ini Snouck mendapat pujian dan penghargaan besar. kantor yang di sediakan pemerintah Belanda untuk aktivitasnya, yaitu “Het Kantoor Voor Inslanche Zaken “(kantor penasihat urusan – urusan pribumi ). Menjadi kantor yang sangat penting. bahkan kewenanganya sering kali tumpang tindih dengan pemerintah daerah setempat.
Sama seperti pendahulunya, Snouck tetap memperingatkan pemerintah Belanda bahwa “islam berbahaya bagi kepentingan politik kolonial. Namun, baginya tidak semua islam berbahaya. hanya umat islam yang berkesadaran politiklah yang akan mengancam kelangsungan kekuasaan Belanda”. sementara umat islam yang hanya mengurusi masalah – masalah ibadah tidak akan berbahaya . oleh sebab itu, pemerintah di sarankan agar mendukung setiap kegiatan umat islam yang berkaitan dengan masalah ibadah sehari – hari.”
Inilah sekelumit kisah mengenai orientalis paling kontroversial di Indonesia yang terkadang saran – saranya masih di jadikan standar penguasa – penguasa Barat dalam memperlakukan umat muslim. Padahal semestinya , saran itu hanya tepat untuk para penguasa yang memusuhi umat islam.
PANDANGANYA TERHADAP AHMADIYAH
Christian Snouck juga tinggal di Mekah dari bulan Agustus 1884 – 1885 dengan demikian ia sangat menghargai ikatan – ikatan yang erat yang sudah selamanya terjalin antara masyarakat islam dengan kota suci mekah. snouck membaur dengan penduduk dan mengumpulkan bahan yang memungkinkanya menyusun laporan yang di serahkan kepada pemerintah Belanda tanggal 23 mei 1892.
Dalam laporanya kepada Gubernur jendral Belanda Christian Snouck Hurgronje menulis mengenai ‘’ Madzhab Ahmadiyah “dalam suratnya yang di tulis di Leiden , 9 Nopember 1925 ia meyebutkan :
” Adapun Mazhab Ahmadiyah yang baru sejak kira kira tahun 1880 terkenal, lahir di daerah Punjab dan dari sana meluas ke bagian – bagian lain India, Inggris dan Negeri – Negeri Islam lain. Perkiraan jumlah pengikutnya sebanyak 50. 0000 orang yang dalam jilid L III (1922-1923 ) dalam Revue du Monde Musulman , tidakmenjadi tanggung jawab saya. Tetapi jumlah tersebut memberikan gambaran yang tepat tentang perluasan yang tak seberapa dari Mazhab ini , terutama jika di ingat bahwa tidak ada kelompok pengamal Agama Islam yang mengorbankan begitu banyak uang dan tenaga guna pendakwahan ajaran mereka.
Pada dasarnya orang Ahmadiyah mengamalkan ajaran islam, tetapi dengan beberapa penyimpangan dari ajaran asli yang cukup bagi mereka untuk di kutuk oleh setiap badan ulama ortodoks secara tak beryarat sebagai tak bersyarat sebagai kaum bid’ah. Pertama – tama ada suatu kuburan Budha di Kasmir yang mereka anggap sebagai kuburan Nabi Isa as. Sesudah beliau di kebumikan sebagai orang yang meninggal secara semu dan kemudian bangkit kembali dari makamnya, maka di daerah laras ini, katanya,sudah bertahun – tahun beliau telah mendakwakan agama yang benar. Selanjutnya, mereka mengagungkan pendiri Madzhab sebagai ‘’Mahdi”, yang meninggal pada tahun 1908( tokoh terkenal dan dambaan akhir dunia di antara orang – orang Mohammadan ) yang merupakan penjelmaan Nabi Isa as maupun Nabi Mohammad . akhirnya , mereka mengajarkan bahwa dakwah mahdi tersebut terjadi dari perluasan agama islam yang sebenarnya, bukan dengan pedang, melainkan dengan dakwah secara damai. Begitu pula mereka mendakwahkan jihad yang di wajibkan kepada para mukmin. Secara salah, pengertian itu biasanya di tafsirkan sebagai perang suci, padahal jihad itu hanya terjadi dari tugas yang bersifat damai.
Di Afghanistan kabarnya sejumlah pengikut Madzhab ini telah di hukum Mati sebagi kaum Bid’ah. Di negeri Mohammadan lainya dalil – dalil khusus Ahmadiyah memang tidak mendapat persetujuan, namun para pengikutnya di perlakukan dengan sangat menenggang dan di sambut dengan baik seperti nyaris tidak dapat di bayangkan satu dua dasawarsa yang lalu. Hal ini di satu pihak di sebabkan oleh rasa kebersamaan yang sangat bertambah kuat di seluruh dunia islam pada tahun – tahun terakhir ini di antara semua orang yang menyebut dirinya menurut nama Nabi Mohammad. Perasaan ini menyebabkan orang dapat melampaui segala macam perbedaan yang dahulu di anggap seolah – olah tidak dapat diatasi, agar dapat mengembangkan lebih banyak kekuatan terhadap serangan dari dunia luar . Di lain pihak , hal ini juga dapat di jelaskan dari penghargaan orang terhadap kegiatan berdakwah yang suka berkorban, yang oleh pihak Ahmadiyah terutama juga di lakukan di antara golongan non Mohammadan. Sudah sejak lama mereka menerbitkan majalah – majalah dalam bahasa inggris guna menjabarkan Agama islam kepada para pembaca berbangsa Eropa dan menganjurkanya kepada mereka. Di Woking, mereka mempunyai rumah ibadah, dan baru – baru seorang wakil utama mereka di London, Inggris, Maulawi Dard, M.A. dan sebagainya, meletakan batu pertama untuk sebuah Masjid . sampai dua kali ahli Tauhid ini mengunjungi Amsterdam dan mengadakan ceramah dakwah di situ. Di Berlin Orang – orang Ahmadiyah belakangan ini juga telah mendirikan sebuah pusat kegiatan di sana mereka menerbitkan sebuah majalah dalam bahasa Jerman. Dahulu, Raja Husain di mekah pernah menerima kunjungan madzhab tersebut dan salah seorang berbahasa Inggris yang tidak menerima islamkan di terimanya dengan kehormatan dalam kitab suci itu. Kenyataan bahwa mereka juga mempunyai perwakilan di jawa , dan Yogyakarta, sudah yang mulia ketahui”.
Dalam arti politik , Madzhab Ahmadiyah sama sekali tidak merugikan , sebab para pengikutnya telah di haruskan untuk sepenuhnya menahan diri Dari segala aksi poltik, Ahmadiyah secara mutlak membatasi diri pada usaha untuk mempengaruhi kehidupan beragama . namun ciri ini tidak kurang merupakan hambatan bagi perolehan banyak pengikut di antara orang Mohammadan, kalau di bandingkan dengan ajaran mereka mengenai Al masih yang ganjil itu . bagi beberapa pribadi yang secara rohani mengembara dan mencari di Eropa. Mazhab ini, di samping beberapa perkumpulan teosofi, Antropofosi dan lain – lain, merupakan tempat pelarian yang menarik karena sifatnya yang luar biasa.
Tentang dakwah Tuan Rahmat Ali yang di coba di Sumatra, saya tidak mendengar apa- apa. Maka saya juga tidak tahu, kesulitan apa yang di jadikan hambatan oleh para pembesar di sana terhadap da’I tersebut, atau motif – motif apa yang telah mendorong mereka berbuat begitu. Pada umumnya, garis kelakuan yang tepat bagi permerintah Daerah di Hindia Belanda terhadap para Da’I Ahmadiyah adalah mengambil sikap netral. Andaikan pada suatu tempat pemunculan mereka menyinggung perasaan penduduk muslim, yang mungkin di wujudkan dalam perbuatan yang nyata, maka orang Ahmadiyah ini Seharusnya sebanyak mungkin di lindungi terhadap tindak kekerasan. Namun, di mana perlu, mereka dapat di ingatkan agar berhati – hati. Biasanya para wakil Ahmadiyah sama sekali tidak ingin menghasut gangguan – gangguan.
Usaha – usaha yang di lakukan para orientalis sebenarnya adalah suatu usaha untuk mewujudkan suatu tatanan dunia baru yang di impikan oleh mereka. Penelitian – penelitianya , cara bergaul hingga kegigihanya dalam meperjuangkan cita – citanya merupakan suatu fakta yang realistis , bahwa kesuksesan yang di raih oleh mereka dalam misi “Zendingnya”adalah suatu imbalan yang pantas buat mereka . namun, di satu segi mereka menderita kerugian karena “mereka mempelajari islam bukan untuk mencari kebenaran melainkan celah / kelemahan islamlah yang mereka cari.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s