ANEKA JULUKAN BAGI WANITA Terjemah dan komentar Oleh : Abdul Rozaq

Wanita adalah perempuan dewasa (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang dalam bahasa Jawa berasal dari singkatan Wani dan tata (berani diatur) agar dapat menjaga kesuciannya seperti Dewi Sinta dalam Agama Hindu, Siti Maryam dalam Agama Nashrani dan Sayyidah Fathimah binti Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Agama Islam. Karena orang yang menghadap Tuhannya sebagai orang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan derajat yang tinggi, yaitu Surga yang kekal yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dimana mereka yang suci akan menetap di sana sebagai ganjaran dari Tuhannya (20:76-77).

Di dunia ini dalam aspek tertentu, Allah Ta’ala lebih mengistimewakan kaum wanita daripada kaum pria buktinya hanya Wanita saja yang digunakan sebagai nama surat dalam Alquran, yaitu surat An-Nasaa (para wanita), surat yang menempati urutan ke 4 dalam Alquran, sedang nama kaum laki-laki (Ar-Rijaal) tidak digunakan sebagai nama surat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengistimewakan kaum wanita sampai-sampai beliau bersabda bahwa Surga itu berada di bawah telapak kaum ibu (Kanzul-Umal, Juz XVI/45439), dimana orang yang berhak dipanggil sebagai ibu hanyalah mereka yang berasal dari kaum wanita. Bahkan dalam suatu Negara hanya ada satu Ibu kota yang sangat istimewa dimana Kepala Negara melaksanakan tugas utamanya. Demikian pula anggota badan kita yang digunakan sebagai isyarat kebaikan dan kemuliaan disebut dengan nama ibu jari, bukan bapak jari.

Adapun aneka julukan lain bagi wanita dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang penting untuk kita perhatikan adalah sebagai berikut:

اِسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ ، وَإِنْ أَعْوَجَ شَيْئٌ فِى الضِّلْعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ ، فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
Berikanlah nasehat yang baik kepada para wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan jika sesuatu telah membengkokkan tulang itu maka ia mengalahkannya; jika engkau memaksa meluruskannya engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya ia akan senantiasa menjadi lebih bengkok lagi; maka berikanlah nasehat yang baik kepada para wanita (Al-Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah ra dan Kanzul-Umal, Juz XVI/44955)

إِنَّ الْمَرْأَةَ مِثْلُ الضِّلْعِ ، إِنْ جِئْتَ أَنْ تُقَوِّمَهَا كَسَرْتَهَا
Sesungguhnya wanita itu seperti tulang rusuk, jika engkau datang meluruskannya pasti engkau memecahkannya (Al-Asari dalam Al-Amtsal dari Aisyah ra dan Kanzul-Umal, Juz XVI/44976)

اَلنِّسَاءُ خُلِقْنَ مِنْ ضِلْعٍ وَعَوْرَةٍ ، فَاسْتُرُوْا عَوْرَتَهُنَّ بِالْبُيُوْتِ ، وَاغْلِبُوْا عَلَى ضَعْفِهِنَّ بِالسُّكُوْتِ
Para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan sesuatu yang dirasa malu, maka tutupilah aurat mereka di rumah dan atasilah kelemahan mereka dengan diam (Ibnu Lalin dari Anas ra dan Kanzul-Umal, Juz XVI/44987)

إِنَّ الْمَرْأَةَ الْمُؤْمِنَةَ فِى النِّسَاءِ كَالْغُرَابِ اْلأَعْصَمِ فِى الْغِرْبَانِ ، وَالنَّارُ قَدْ خُلِقَتْ لِلسُّفَهَاءِ ، وَإِنَّ النِّسَاءَ مِنَ السُّفَهَاءِ إِلاَّ صَاحِبَةَ الْقِسْطِ وَالسِّرَاجِ
Sesungguhnya seorang wanita mukmin di kalangan para wanita itu seperti seekor burung gagak yang dijaga di kalangan kawanan gagak, dan api Neraka benar-benar telah diciptakan untuk orang-orang bodoh, dan sesungguhnya kaum wanita itu tergolong kaum bodoh, kecuali wanita yang memiliki pendirian yang benar dan pelita (Al-Hakim dari Katsir bin Murrah ra dan Kanzul-Umal, Juz XVI/45085)

لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنَ النِسَاءِ إِلاَّ مَنْ كَانَ مِنْهُنَّ مِثْلَ هَذَا الْغُرَابِ فِى الْغِرْبَانِ
Di kalangan kaum wanita tidak akan ada yang masuk Surga, kecuali wanita seperti seekor gagak ini yang berada di kalangan kawanan gagak itu (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya dari Ammarah bin Khuzaimah ra dan Kanzul-Umal, Juz XVI/45087)

لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنَ النِسَاءِ إِلاَّ كَقَدْرِ هَذَا الْغُرَابِ اْلأَعْصَمِ مِنْ هَذَا الْغُرَابِ
Di kalangan wanita itu tidak akan ada yang masuk Surga kecuali seperti ukuran gagak terjaga ini yang berada di kalangan kawanan gagak ini (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dari Amr ra dan Kanzul-Umal, Juz XVI/45088)

حَرْثُكَ ، فَأْتِ حَرْثَكَ أَنَّى شِئْتَ ، غَيْرَ أَنْ لاَّ تَضْرِبَ الْوَجْهَ ، وَلاَ تُقَبِّحْ ، وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ ، وَأَطْعِمْ إِذَا طَعَمْتَ ، وَاكْسُ إِذَا اكْتَسَيْتَ ، كَيْفَ “وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيْثَاقًا غَلِيْظًا
Istri Itulah ladangmu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja engkau kehendaki, hanya saja engkau tidak dibolehkan memukul wajah dan mencela keburukannya, dan janganlah engkau tinggalkan kecuali di dalam rumah, berikanlah makanan jika engkau makan, berikanlah pakaian jika engkau berpakaian, bagaimana : “Kamu hendak mengambil (barang) itu, padahal kamu telah bercampur satu sama lain, dan mereka (istri) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat” (An-Nisa, 4:22) (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya dan Kanzul-Umal, Juz XVI/44988)

Komentar:
Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa:

1. Wanita itu meskipun pisiknya lemah, namun wataknya sangat keras bagaikan tulang rusuk. Karena itu diperlukan sikap sabar dan nasehat yang baik dalam membimbing mereka yang telah terjerumus dalam jurang kenistaan dan kesesatan.

2. Wanita mukmin itu bagaikan burung gagak yang terpelihara dari perbuatan dosa. Diibaratkannya burung gagak bagi wanita itu mungkin karena wanita itu mudah tergoda sampai-sampai di Jawa ada cerita Legenda. Pada suatu hari di tengah hutan ada seekor kancil yang sedang kelaparan, ia pergi kesana kemari tidak mendapatkan makanan. Karena kesal dan letihnya ia beristirahat di bawah pohon besar. Tiba-tiba ia melihat ada seekor burung gagak betina di atas dahan yang di paruhnya ada sepotong keju. Untuk mendapatkan keju itu ia segera menyapa dan memujinya: “Adik gagak yang manis sungguh indah warna bulumu”. Si gagak betina itu bangga dan bergaya dengan menggerak-gerakkan sayap dan ekornya. Lalu, si Kancil melanjutkan upayanya dengan memujinya: “Adik gagak yang manis tentu merdu suaranya. Bolehkan aku mendengarkan satu lagu di tengah kesunyian ini?”. Tanpa berfikir, si gagak menarik suaranya koaaak, maka jatuhlah keju yang ada di paruhnya sehingga dengan mudah si Kancil mengambil dan memakannya.

3. Wanita itu memiliki potensi yang sangat besar bagi kemakmuran dan lestarinya dunia ini bagaikan sawah-ladang yang mampu menumbuh-kembangkan segala jenis tanaman yang berguna bagi kehidupan binatang dan umat manusia. Agar mereka dapat berhasil memanifestasikan potensi itu, mereka harus banyak belajar ilmu dan ma’rifat Alquran agar memiliki pendirian yang benar dan teguh seakan-akan dalam hati mereka ada pelita yang terang cahayanya berkat ilmu dan ma’rifat itu.

—–oo0oo—–

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s