Pra Sangka dan Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain

Salah satu pekerjaan yang paling menyenangkan tetapi berisiko tinggi adalah mencari-cari kesalahan orang lain. Disebut menyenangkan, karena perbuatan itu dapat membuat orang terlena dan lupa tentang kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Sedang disebut berisiko tinggi, karena perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain itu dapat menimbulkan permusuhan. Sehingga membuat rusaknya hubungan tali silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Hujurat:12
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.

وعن ابي هريرة رضي الله عنه : ا ن رسوالله صلي الله عليه وسلم قال اياكم والظن فان الظن اكدب الحديث. متفق عليه
Artinya : Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw. bersabda : Awaslah kamu dari pada sangka-sangka karena sangka-sangka itu sedusta-dusta berita. (Bukhari, Muslim)

Seorang yang beriman hendaknya meningkatkan keimanan dan keyakinannya kepada Allah taala yang maha mengetahui dan jangan pula ia sampai terjerat kedalam prasangka buruk karena bersangka-sangka sedikitpun tidak berguna untuk mencapai kebenaran karena jika seseorang berprasangka buruk kepada orang lain apalagi kepada Allah taala, maka diapun dapat menjadi lebih buruk dari orang yang ia tuduh buruk dan yang ujung-ujungnya karena berprasangka buruk tadi, maka ia akan dimasukan oleh Allah taala kedalam neraka, karena setiap prasangka buruk, baik sangkaan itu benar maupun salah tetap saja itu merupakan suatu akhlak yang buruk dan pastinya akan bermuara pada neraka. Didalam salah satu hadits pun ada tetrera bahwa dua per tiga dari orang-orang yang akan dimasukan kedalam neraka adalah karena prasangka buruk.
Allah SWT berfirman dalam surah Yunus:37
      •       
Artinya: Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.

Jangan tergesa-gesa menilai orang lain
Manusia tidak dapat mengetahui isi hati orang lain. Dan manusia tidak dapat melihat melihat ruang-ruang tersembunyi dalam kalbu orang lain. Oleh karena itu, janganlah tergesa-gesa menilai orang lain. Melainkan, tunggulah dan sabar.
Ada riwayat tentang seseorang. Dia berjanji kepada Allah taala bahwa dia akan menganggap semua pihak lain lebih baik dari dirinya dan tidak akan menganggap siapapun lebih rendah darinya. [yakni], untuk membuat ridha/senang Kekasihnya, manusia membuat pernyataan-pernyataan semacam itu. Suatu hari, dia melihat seseorang duduk didekat jembatan sungai tempat banyak orang lewat. Disisinya duduk seorang perempuan. Ditangan orang itu terdapat sebuah botol. Orang itu terus saja meminum minuman dari botol tersebut, dan diberikannya juga kepada perempuan tersebut.
Orang yang melihat tadi berprasangka buruk terhadap orang itu, dan dia berpikir, “Aku tentu lebih baik dari orang yang tak punya malu ini”.
Tiba-tiba muncul sebuah perahu penuh penumpang. Perahu itu tenggelam. Orang yang duduk disamping perempuan tadi menyelamatkan semua orang kecuali satu. Dan dia berkata kepada orang yang berprasangka buruk tersebut, “Engkau berprasangka buruk terhadap saya. Saya sudah menyelamatkan semua [penumpang], cobalah kamu selamatkan satu orang saja. Tuhan telah mengirim saya untuk menguji engkau, dan Dia telah memberitahukan kepada saya niat di hati kamu. Perempuan ini adalah ibuku. Dan yang ada dalam botol ini bukanlah minuman keras, melainkan air sungai”.
Ringkasnya, janganlah manusia tergesa-gesa menilai orang lain. (Al-Hakam,jld5, no.14, hal. 14-15, tgl.17 April 1901; Malfuzhat, add Nazir Isyaat, London, 1984, jld.2 h.248-294/MI14.01.99).

Oleh karena itu, janganlah kita memberi kesempatan dan ruang yang luas bagi gerak hawa nafsu untuk bisa berbuat semaunya terhadap diri kita. Sebab, kalau hawa nafsu kita beri kesempatan dan ruang yang luas, maka kelak dia akan menguaasai kita, jika kita sudah dikuasai oleh hawa nafsu kita sendiri, maka pandangan dzahir dan batin kitapun akan ditutup dengan rapat. Akibatnya, kita tidak akan bisa melihat sisi kebaikan yang ada pada diri orang lain. Yang ada hanyalah sisi keburukan, kejelekan, dan kelemahan orang lain.
Begitulah cara kerjanya hawa nafsu. Dia paling pandai berkamuflase. Dia juga pintar dalam memutar balik sebuah keadaan; yang semula tidak kita sukai dapat berubah menjadi sangat kita senangi.hawa nafsu selalu berusaha untuk mengajak kita menjauhi Allah SWT.
Ingatlah, bahwa perasaan tidak mau kalah saingan dan merasa paling benar sendiri yang muncul didalam hati dan pikiran kita, kelak akan menjadi virus penyakit hati dan kita tidak akan bisa menemukan anti virusnya kecuali dengan terus menerus bertawakal dan semakin mendekatkan diri kepada Allah taala dan mintalah pertolongan dari-Nya maka dengan begitu insya Allah virus penyakit hatinya akan dapat terbasmikan. Karena perasaan itu jugalah yang telah membuat manusia menjadi enggan untuk mau mengakui kelebihan yang ada pada diri orang lain. Jika virus itu kita biarkan tumbuh-kembang didalam hati dan pikiran kita, dapat membuat kita menjadi orang yang sangat picik dan gampang iri hati. Pasalnya, orang yang telah dikuasai virus tersebut, biasanya cenderung ingin selalu menang sendiri dan merasa benar sendiri.
Orang yang terkena virus penyakit hati suka mencari-cari kesalahan orang lain, ibarat orang yang bisa melihat dengan jelas seekor semut di pulau seberang, akan tetapi, seekor gajah yang berdiri tegak didepan pelupuk matanya, tidak kelihatan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s