PERKARA-PERKARA PENTING DALAM SHALAT

Terjemah Fiqih Ahmadiyah Bab Shalat,
Oleh : Fadhal AN ( Mahasiswa JAMAI Smstr. 7)

Sungguh telah jelas Ibadah Shalat adalah ibadah yang amat penting bagi seorang muslim. Ia ibarat tiang suatu rumah yang menjaga agar agar bangunan agama kita tetap kokoh dan terjaga. Kita sebagai seorang Ahmadi yang telah menerima Imam Zaman sudah seharusnya memelihara shalat kita agar mencapai kualitas terbaik sesuai yang diinginkan Masih Mau’ud dan para Khalifahnya. Untuk itu kami sajikan pada anda tata cara Shalat menurut Fiqih Ahmadiyah. Buku Fiqih Ahmadiyah ini disusun oleh para Ahli Fiqih Ahmadiyah yang terbaik, dimana Khalifah sendiri selalu memantau dan dalam banyak perkara turun langsung didalamnya. Mengenai Bab Shalat hal ini telah mendapat persetujuan dari Khalifatul Masih Ats-Tsalits dan Khalifatul Masih Ar-Rabi. Sementara Khalifatul Masih Al-Khamis belum mengadakan revisi, artinya beliaupun menyetujuinya*.
Arkan-e-Namaz (Rukun-Rukun Shalat)
Arkan adalah bentuk jama’ dari rukun. Rukun adalah sebutan untuk bagian-bagian shalat yang utama dan penting. Rukun shalat ada 7. Antara lain :
1. Takbir Tahrimah (takbiratul ikhram)
2. Qiyam (berdiri)
3. Qira’at (membaca surat Al-Fatihah atau surat lainnya)
4. Ruku’
5. Dua sujud
6. Qa’dah akhir (duduk tahiyat akhir)
7. Salam
Ket. Mengerjakan setiap rukun di antara rukun-rukun itu adalah fardu1. Jika meninggalkannya dengan sengaja maka shalat harus diulang. Jika tertinggal karena lupa atau terjadi kesalahan, hendaklah dikerjakan sebelum Qa’dah akhir (duduk tahiyat akhir), kemudian setelah membaca doa-doa sunah pada tasyahud, hendaklah mengerjakan sujud sahwi.
Exp. Jika ada seseorang yang lupa, bukannya mengerjakan dua sujud, malahan ia hanya mengerjakan satu sujud saja, setelah itu baru ia ingat, maka pertama-tama hendaklah ia mengerjakan sujud yang terlupa itu lalu sesudah itu salam. Kemudian jika telah membaca tasyahud dll, tetapi setelah salam baru teringat, maka lakukanlah juga demikian, yakni pertama kerjakanlah dahulu rukun yang terlupa itu, kemudian bacalah shalawat pada tasyahud akhir qa’dah, kemudian sujud sahwi setelah itu salam.
Wajibat-e-Namaz (Wajib)
Wajib adalah sebutan untuk bagian shalat yang penting, akan tetapi derajatnya dibawah rukun shalat. Wajib shalat ada 12. Antara lain :
1. Membaca surat Al-fatihah .
2. Menggabungkan surat, yakni membaca beberapa bagian Al-Quran baik satu surat secara utuh, atau sebagian bersama dengan surat Al-Fatihah pada dua rakaat pertama shalat fardu, dan pada setiap raka’at pada shalat sunat atau nawafil .
3. Mengucapkan ‘Amin’ .
4. Beridiri sesudah ruku’, yang disebut Qomah.
5. Duduk setelah tasyahud pertama, yang disebut jalsah.
6. Duduk setelah mengerjakan dua rakaat shalat, yakni disebut darmayani qa’dah (duduk tahiyatul awal)
7. Membaca tasyahud, baik pada saat darmayani qa’dah maupun akhiri qa’dah2.
8. menoleh ke kanan lalu ke kiri, pada saat mengucapkan salam.
9. Ta’dil Arkan, yaitu mengerjakan semua rukun itu dengan anggun dan tenang.
10. Tartib Arkan, yaitu mengerjakan setiap rukun secara berurutan, yang terdahulu dikerjakan dahulu dan yang belakangan dikerjakan belakangan
11. Bagi imam : membaca surat Al-Fatihah dan qira’at lainnya dengan suara keras pada dua raka’at pertama dalam shalat berjamaah Maghrib dan Isya, dan pada setiap raka’at shalat Shubuh, Juma’t, dan Id. Dan pada setiap rakaa’t shalat Dzuhur dan Ashar membacanya dengan suara pelan.
12. Bagi imam : Mengucapkan takbir Tahrimah (takbiratul ihram) dengan suara keras
Ket. Jika dengan sengaja meninggalkan salah satu dari wajib-wajib itu maka shalat tidak sah. Jika tertinggal karena lupa maka sebagai gantinya kerjakanlah sujud sahwi.
Exp. jika terlupa mengerjakan darmayani qa’dah, atau setelah ruku’ langsung mengerjakan sujud tanpa berdiri, maka sebagai pengganti dari kesalahan atau lupa semacam itu cukup dengan mengerjkan sujud sahwi. Perbedaan antara rukun dan wajib adalah, dalam rukun, jika disebabkan lupa, maka harus mengerjakannya kembali (rukun yang tertinggal). Dan setelah itu juga harus mengerjakan sujud sahwi. Tetapi jika wajib yang tertinggal, maka tidak perlu mengerjakannya kembali, melainkan cukup dengan mengerjakan sujud sahwi.
Sunan-e-Namaz (suna-sunah shalat)
Sunan adalah jama dari sunat. Sunat adalah bagian dari shalat yang dengan mengerjakannya akan mendapatkan pahala, dan jika tertinggal karena lupa maka tidak perlu untuk mengerjakan sujud sahwi. Sunat shalat ada 15. Antara lain :
1. Mengangkat tangan sampai ke telinga pada saat Takbir Tahrimah
2. Melipat tangan (bersedekap)
3. Membaca Tsana (bacaan tsana ada beberapa. Contohnya subhaanaka Allahumma wa bihamdika tabaarakasmuka wa ta’aala jadduka wa laa ilaaha ghairuka).
4.Membaca ta’awudz (Au’dzubiLLah) sebelum bacaan surat Al-Fatihah
5. Mengucapkan takbir pada saat akan rukuk
6. Mengucapkan tasbih pada saat rukuk, 3 X atau lebih
7. Megucapkan sami’a LLahu liman hamidah pada saat bangun dari rukuk
8. Tahmid, yakni membaca ‘Robbana laka al-hamdu’ saat berdiri setelah ruku’ (I’tidal)
9. Mengucapkan takbir saat akan dan bangun dari sujud
10. Mengucapkan tasbih saat sujud, 3 X atau lebih
11. Mengucapkan takbir ketika bangkit dari darmayani Qa’dah (tasyahud awal) untuk mengerjakan raka’at yang ketiga
12. Mengacungkan jari telunjuk pada saat mengucapkan Syahadat dalam tasyahud
13. Membaca shalawat dan doa-doa lainnya yang disunahkan setelah tasyahud pada qa’dah terakhir (duduk tahiyat akhir).
14. Hanya membaca surat Al-Fatihah saja pada satu atau dua raka’at terakhir dalam shalat fardu
15. Bagi imam : mengucapkan takbir Intikalat (takbir saat berganti gerakan, seperti saat akan ruku’ dan lain-lain), tasmii’ (bacaan saat bangun dari ruku’), dan taslim (ucapan salam) dengan suara nyaring, pada saat shalat berjamaah

Ket. Semua perkara ini terbukti dalam sunah Rasulullah saw. Dengan mengerjakannya akan mendapatkan pahala yang banyak dan akan berdosa jika ada yang dengan sengaja meninggalkan salah-satu saja dari antara sunat-sunat tesebut. Tetapi jika lupa maka dianggap dapat dimaafkan, dan tidak diharuskan sujud sahwi. Permisalan orang yang mengerjakan sunat-sunat ini adalah ibarat seseorang yang lulus ujian dengan nilai yang tinggi, yang karena keberhasilannya ia ditetapkan berhak atas suatu hadiah istimewa. Kebalikannya, jika ada seseorang yang melupakan salah-satu dari sunat-sunat itu, maka ia dianggap lulus, tetapi ditingkat selanjutnya ia tidak berhak mendapatkan hadiah yang istimewa.
Mustahibat-e-Namaz
Mustahibat adalah jama’ dari mustahib, yakin perkara-perkara yang memperindah shalat. Dengan mengerjakannya akan mendapatkan pahala yang besar. Namun tidak menjadi dosa dengan tidak mengerjakannya.
1. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud ketika sedang berdiri, ke kaki ketika sedang ruku’, dan ke dada ketika sedang duduk, serta tidak melihat ke sana ke mari.
2. Pada saat ruku’, tangan lurus di atas lutut dan membedakan arahnya (jari).
3. Melepaskan tangan pada saat berdiri dari ruku’(tangan lurus di samping badan) , kemudian ketika sujud dilakukan dengan urutan sbb : pertama-tama lutut, kemudian tangan, lalu hidung dan terakhir kening mengenai lantai (tempat sujud), lalu pada saat bangkit lakukanlah sebaliknya, yakni : pertama-tama angkat kening dari lantai, kemudian secara berurutan hidung, tangan lalu lutut.
4. Berdiri tanpa bertelekan/bersandar dengan tangan atau benda lainnya.
5. Pada saat jalsah/qa’dah, meletakan tangan di atas paha dekat lutut dan jari-jari mengarah ke kiblat.
6. Dalam takbir Tahrimah seorang perempuan mengangkat tangan sampai bahu, bukannya sampai telinga.
7. Membaca surat yang panjang setelah membaca Al-Fatihah pada raka’at pertama, sebaliknya membaca surat yang pendek pada raka’at yang kedua.
8. Imam : membaca bismillah dengan suara pelan pada saat shalat berjamaah yang dijaharkan ( Maghrib, Isya, Shubuh). Makmum : mengucapkan amin dengan suara keras dan tahmid dengan suara pelan
Ket. Semua perkara ini berhubungan dengan memperindah shalat. Dengan mengerjakannya banyak pahala akan didapat dan secara istimewa/khas membuat shalat menjadi indah. Meskipun kita meninggalkannya tidak akan ada kerugian dalam shalat dan tidak pula wajib mengerjakan sujud sahwi.
Makruhat-e-Namaz
Makruhat adalah jama’ dari makruh. Yakni perkara-perkara yang tidak disukai jika dikerjakan dalam shalat. Dan hendaklah dihindari.
1. Memasukan tangan ke dalam lengan baju
2. Melirik kesana-kemari
3. Melihat ke arah langit
4. memejamkan mata
5. Mengerjkan shalat dengan cepat/tergesa-gesa
6. Bersandar pada dinding atau benda lain tanpa ada udzur
7. Shalat bertelanjang kepala (tidak mengenakan peci)
8. Tidak menempelkan kaki ke lantai pada waktu sujud, malahan megangkatnya ke atas
9. Memulai shalat ketika sedang lapar sedangkan makanan telah siap
10. Shalat sebelum waktunya
11. Terus saja mengerjakan shalat meskipun merasa perlu untuk pegi ke WC
12. Shalat di tempat pekuburan, sedangkan di depan ada kuburan
12. Hanya mengucapkan satu kali salam (kanan saja atau kiri saja)
13. Mengenakan pakaian (berbahan) keras dan sempit/ketat sehinggga menyulitkan untuk ruku’ atau sujud dan duduk qa’dah (duduk tahiyat)
14. Berdiri hanya dengan satu kaki, tidak bertumpu pada dua kaki saat Qiyam
15. shalat hanya dengan satu pakaian Meskipun ada kelongggaran (punya lebih dari satu pakaian)
16. Shalat dengan sepatu di dalam mesjid
17. Mengerjakan shalat di tempat yang tidak bersih dan suci, serta tidak tenang (ramai), sehingga tidak bisa shalat dengan khusyu’. Contoh : di kandang kambing, di kandang kuda atau di pasar, yang merupakan tempat lalu-lalang orang-orang.
18. Mengerjakan shalat tanpa mendirikan/meletakkan sutra (pembatas untuk menandai tempat shalat) di tempat yang ramai, di mana di dekat dan di depannya merupakan jalan tempat lalu lalang.
19. Mengangkat tangan melebihi telinga dan merentangkan jari-jari terlalu lebar pada saat takbir tahrimah
20 Menggoyangkan kepala pada saat menjawab salam
21. Mengerjakan shalat tanpa berkumur-kumur setelah makan
22. Meletakan suatu benda dalam mulut, seperti air
23. Pada rakaa’t ke dua membaca ayat Quran Karim yang lebih awal daripada yang dibaca pada rakaa’t pertama dengan sengaja tanpa adanya uzur. (misalnya, pada raka’at pertama membaca ayat surat Ali Imron, sedangkan pada raka’at kedua membaca Ayat surat Al Baqarah)
24. Dalam shalat berjamaah mengangkat kepala mendahului imam ketika bangkit dari rukuk atau sujud
Ket. Dengan mengerjakannya maka keindahan shalat akan ternoda dan akan mengurangi pahala. Lewat di depan orang yang sedang shalat adalah terlarang. Orang yang lewat akan menjadi berdosa. Nabi Muhammad saw. Menyebutnya syaitan. Jika orang yang lewat, lewat dekat sekali dari depan maka hendaklah dihentikan. Namun jika meskipun sudah dihentikan tetap juga lewat, maka bagi orang yang shalat tidak akan ada kerugian dalam shalatnya, dan tidak pula shalatnya menjadi batal dan tidak pula makruh. Jika mendesak terpaksa harus lewat ihadapan orang yang shalat, maka dapat lewat di depan shaf yang kedua. Bagaimanapun, lewat di antara tempat shalat dan di antara sutrah yang telah ditegakkan.
Jika saat shalat ada hewan berbisa lewat di depan, seoerti ular, kalajengking atau anjing maka diizinkan untuk membunuhnya atau mengusirnya sewaktu kita dalam keadaan shalat. Tidak akan terjadi kekurangan di dalam shalat.
Mubtilat-e-Namaz (yang membatalkan shalat)
Mubtilat adalah jama’ dari mubtil. Yakni perkara-perkara yang dengan megerjakannya shalat menjadi batal.
1. Meninggalkan salah-satu syarat, rukun atau wajib shalat dengan sengaja
2. Dengan sengaja berbicara dengan orang lain pada waktu shalat.
3. Menjawab salam (misalnya ada orang yang datang dan mengucapkan salam, lalu kita menjawab salamnya).
4. memalingkan wajah ke sana ke mari serta tertawa terbahak-bahak dan mengerjakan hal-hal terlarang lainnya dalam shalat
5. Batal wudhu saat sedang shalat
6. Terbuka auratnya.
7. Ada najis yang menempel pada tubuh atau pakaian
Mengerjakan perkara-perkara tersebut shalat akan menjadi batal. Oleh Karena itu harus mengerjakan lagi shalat dari awal . Jika wudhu batal secara tidak sengaja, maka dalam keadaan demikian bisa cepat-cepat pergi berwudhu dengan diam, tanpa berbicara dengan orang lain. Kemudian kembali ketempat tadi dan melanjutkan shalat mulai dari saat ditinggalkan. (boleh tidak mengulang dari awal)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s