RAHASIA PUASA SENIN-KAMIS

IBNU UMAR MAPPASALLANG
(Mahasiswa JAMAI smstr. 7)

Setiap insan pasti memiliki keinginan menjalani hidupnya dengan penuh berkah dan dan selalu dicintai Allah. Sifat Allah yang Maha Penyayang tentu sangat merestui kedua keinginan tersebut. Salah satu jalan yang disediakan Allah adalah berpuasa. Dalam agama Islam, berpuasa tidak hanya dapat dilakukan di bulan Ramadhan saja, tapi di bulan-bulan lain pun kita tetap dapat melaksanakann tetapi kategorinya sunnah. Diantara sekian banyak puasa-puasa sunnah, puasa Senin-Kamis adalah salah satunya. Dikalangan umat Islam, puasa Senin-Kamis terbilang cukup populer karena dianggap sebagai semacam “tirakat” untuk mencari solusi atas permasalahan-permasalahan hidup, atau sebagai upaya untuk meraih cita-cita dan keinginan.
Melalui tulisan ini saya tidak akan memberikan suatu pengetahuan mengenai manfaat atau pun kelebihan puasa Senin-Kamis dari segi psikologis atau pun dari segi kesehatan karena mungkin sebahagian dari kita sudah tahu.
Tetapi, yang menjadi sorotan pada kesempatan kali ini, yakni saya mengangkat tema berkenaan dengan “Rahasia Dilaksanakannya Puasa Di Hari Senin Dan Kamis”. Karena banyak diantara kita yang melaksanakan puasa di Hari Senin dan Kamis semata-mata ingin melaksanakan sunnah Rasulullah saw., tanpa mengetahui rahasia dibaliknya.
Semasa hidupnya Rasulullah saw. selalu rutin menjalankan Ibadah ini karena manfaatnya sangat baik untuk kesehatan, dan melanggengkan sifat istiqomah (konsisten dan teguh). Adapun hikmahnya yang lebih tinggi adalah dapat menambal puasa kita pada bulan Ramadhan yang berkurang atau hilang pahalanya, seperti halnya shalat-shalat Sunnah Nawafil berfungsi sebagai penambal shalat 5 waktu. Jadi sebahagian dari kita pun kurang tahu mengapa puasa sunnah Senin-Kamis dilaksanakan diHari Senin Dan Kamis bukan dihari-hari lain, oleh karena itulah saya tertarik untuk mengangkat tema ini.

BERKAH DI HARI SENIN DAN KAMIS
Dikalangan kaum muslimin pada umumnya ada beberapa hari, bulan, ataupun waktu-waktu tertentu yang diyakini memiliki keitimewaan tersendiri. Hari jum’at misalnya, disebut sebagai hari yang paling diagunggakan (sayyidul ayyam), hari terbaik yang disinari matahari dibanding hari-hari yang lainnya, dan merupakan hari raya mingguan umat Islam.
Sedangkan bulan yang dimuliakan adalah bulan Ramadhan dimana kita ketahui bahwa bagi masyarakat muslim diyakini pada salah satu malam di bulan ini ada yang disebut dengan Lailatur Qadar, malam diturunkannya Al-Qur’an. Pada bulan ini pula Allah menurunkan kitab suci Al-Qur’an diulang bacaannya oleh jibril.
Demikian pula halnya dengan Hari Senin dan Kamis, ada alasan tersendiri mengapa Rasulullah saw. memberikan contoh melakukan puasa di hari-hari tersebut. Sebagaimana riwayat dari Aisyah r.a. berikut:
“Rasulullah saw. sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada Hari Senin dan Kamis.” (H.R. Turmudzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad).
Berikut ini adalah berkah-berkah yang dapat kita jumpai diHari Senin dan Kamis:

1. Hari Ketika Amal Para Hamba Diperiksa.
Menurut riwayat nabi Muhammad saw., amal para hamba akan dilaporkan dan diperiksa oleh Allah pada tiap bulan Sya’ban setiap tahunnya, seperti diterangkan dalam hadits berikut:
“Aku (Usamah bin Zaid) pernah berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa di bulan-bulan, sebagaimana aku melihat engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?” Beliau bersabda, Ia adalah bulan dimana orang-orang melupakannya diantara Rajab dan Ramadhan. Ia Adalah bulan yang didalamnya diangkat amalan-amalan kepada Rabbul Alamin. Maka aku suka jika amalku diangkat, sedang aku orang yang berpuasa.” (H.R. Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Zanjawaih, Abu Ya’la, Ibnu A’sim, dan Al-Bawqardi)

2. Hari Dibukakannya Pintu-Pintu Surga
Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw., bersabda:
“Pintu-pintu surga dibuka pada Hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, “Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini hingga keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini hingga keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini hingga keduanya berdamai.”(H.R. Muslim)

3. Senin, Hari Kelahiran dan Diutusnya Nabi Muhammad saw.
Menurut hadits riwayat Muslim yang diterima dari Abu Qatadah, pernah ditanyakan kepada Rasulullah saw., tentang puasa Hari Senin, maka Rasulullah menjawab: “Itulah hari aku dilahirkan, aku dibangkitkanmenjadi rasul, dan Alquran diturunkan kepadaku.” (H.R. Muslim)
Nampaklah bahwa Hari Senin dan Kamis memang hari yang penuh berkah dan kemuliaan. Maka, sudah sepantasnya kita sebagai umat Muhammad memuliakan dan mengagunggkan hari kelahiran beliau dengan cara berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Ta’ala, karena pada hari itu Allah telah menurungkan seorang hamba-Nya yang istimewah. Bahkan dalam satu riwayat diceritakan, bahwa pada hari kelahirannya, semua makhluk yang hidup dipermukaan bumi hingga makhluk yang terkecil sekalipun ikut merasakan kegembiraan menyambut datangnya utusan Allah.
Pada Hari Senin pula, Allah menurungkan Wahyu-Nya berupa kitab suci Alquran kepada nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, nabi menyambut hari tersebut dengan ritual khusus yakni berpuasa, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat dan petunjuk-Nya yang agung.

4. Keutamaan Lain Yang Dimiliki Hari Kamis
Dalam hadits riwayat Ibnu Jarir, dari Abu Bakar r.a, Rasulullah saw. bersabda:
“Allah menciptakan bumi pada hari Ahad dan Senin. Dia menciptakan gunung-gunung pada hari selasa. Dia menciptakan kota-kota, makanan kekuatan, sungai-sungai, kemakmuran, dan kerusakannya pada hari Rabu. Dan Dia menciptakan langit dan Malaikat pada Hari Kamis sampai tiga saat, maksudnya dari hari Jum’at”
Dalam riwayat yang lain disebutkan, Rasulullah saw. bersabda:
“Berpagi-pagilah kalian dalam mencari Ilmu, sungguh aku telah meminta kepada Rabb-ku agar memberi keberkahan umatku diwaktu pagi mereka. Dan Dia menjadikan keberkahan itu pada Hari Kamis.” (H.R. Thabrani)
Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas , maka disunnahkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa pada dua hari ini, sebagai puasa tathawwu’ (Sunnah). Jadi inilah sekelumit mengenai mengapa Puasa Sunnah Senin-Kamis dilaksanakan di Hari Senin dan Kamis dan tidak dilaksanakan dihari-hari yang lain.
BERPUASALAH, MAKA JALAN HIDUPMU AKAN DIMUDAHKAN

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s