Terjemah Tafsir Kabir PENGORBANAN

Terjemah oleh: Mahmud Ahmad Wardi
( Mantan Dosen B. Urdu dan Al-Quran JAMAI, kini menuntut ilmu di Qadian)

Dalam menafsirkan surat Al-Qoshosh, ayat 55 yang berbunyi:

أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ ()
Artinya: mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. Dan apabila mereka mendengar Perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi Kami amal-amal Kami dan bagimu amal-amalmu, Kesejahteraan atas dirimu, Kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”.
Hazrat Khalifatul Mushlih Mau’ud ra bersabda,” … Kelebihan yang kedua dijelaskan bahwa وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ Apapun yang kami berikan kepada mereka, kami belajakan sebagiannya. Yakni nikmat apapun yang Allah Ta’ala anugerahkan kepadanya, mereka belanjakan untuk kemaslahatan dan kemakmuran umat manusia, mereka tidak hanya membelanjakan rupiahnya untuk fakir miskin, tapi apapun yang Kami berikan kepada mereka, mereka selalu belanjakan satu bagiannya untuk orang lain. Didalam bahasa Arab rizq artinya segala sesuatu anugerah Allah Ta’ala, sebagaimana harta juga termasuk kedalam rizq, ilmu dan kekuatan juga, rizq yang berarti biji-bijian, itupun termasuk kedalam rizq. Waktu juga termasuk kedalam rizq. Maksudnya rizq adalah segala sesuatu yang memberikan faidah bagi manusia dalam corak apapun. Dengan mengatakan وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ ditekankan bahwa apapun yang Allah Ta’ala berikan, hendaknya dibelanjakan untuk kemaslahatan manusia.
Kalau ada orang yang mempunyai keahlian tapi karena tidak berharta sehingga dia tidak bisa memanfaatkan keahliannya, maka kalian tolonglah dari sisi harta. yang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan, berikanlah dia sesuatu untuk dimakan, dia yang tidak punya apa-apa untuk diminum, berikan dia sesuatu untuk diminum. Mereka yang tidak punya sesuatu untuk dipakai, berikanlah sesuatu untuk dipakai.
Sesuai dengan hal itu, Hazrat Khalifatul Masih Awwal menyampaikan satu kisah menarik, bahwa ada seorang tua yang sedang terus-menerus membaca Al-Qur’an Karim, dia menggunakan mulutnya untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an, menggunakan matanya juga untuk melihat kalimat-kalimatnya, dan jari juga menunjuk ayat-ayat seiring pembacaan ayat-ayat. Seseorang bertanya kepadanya,” Apa yang sedang kamu lakukan ini? Dia menjawab,” Allah Ta’ala telah menganugerahkan ketiga bagian tubuh ini, kalaulah aku hanya membacanya (Al-Qur’an) dengan mulut saja, maka Allah Ta’ala akan bertanya, kenapa kamu tidak memanfaatkan tangan dan mata kamu? Kalau aku hanya menggunakan mulut dan tangan saja, maka Allah Ta’ala akan bertanya, kenapa kamu tidak menggunakan mata juga? Dan kalau membaca Al-Qur’an hanya dengan mata saja, tapi tidak menggerakkan mulut dan tangan, maka Allah Ta’ala akan bertanya, kenapa kamu tidak memanfaatkan ini, karena itulah aku menggunakan ketiga bagian tubuh ini dalam satu waktu.
Maksudnya adalah Allah Ta’ala menjelaskan kelebihan orang-orang yang beriman diantara ahli kitab bahwa didalam hati mereka terdapat kecintaan yang begitu mendalam kepada umat manusia, sehingga apapun yang mereka dapatkan, pasti mereka belanjakan satu bagiannya untuk manfaat dan kemaslahatan orang lain. Dengan hanya memberikan rupiah saja, mereka tidak menganggap bahwa mereka telah melaksanakan hak-hak pengkhidmatan, bahkan mereka mengikut sertakan orang lain juga dalam menikmati setiap pemberian Allah Ta’ala, begitu juga mereka berupaya untuk meninggikan standard kehidupan.
Saya melihat Almarhumah Bibi (kakaknya ayah), meskipun sudah berumur 80, 85 tahun, tapi sepanjang tahun tetap saja memintal kapas menjadi benang, lalu di berikan kepada tukang tenun untuk dibuatkan kain, darinya dibuatkan selimut tebal dan kasur yang terbuat dari kapas lalu dibagikan kepada fakir miskin.
Diantaranya banyak sekali pekerjaan yang beliau kerjakan dengan tangan sendiri dan kalau kami katakan kepada beliau supaya menyuruh orang lain saja yang mengerjakannya, beliau menjawab,” Kalau begitu rasanya tidak nikmat”. Jadi, perlu sekali untuk membelanjakan segala pemberian Allah Ta’ala di jalan-Nya. Mereka yang setelah memberikan beberapa rupiah saja lantas beranggapan bahwa hal ini sudah diamalkan, adalah keliru. Orang yang membelanjakan uangnya tapi tidak menggunakan mulutnya untuk bertabligh, tidak bisa mengatakan bahwa dia sudah mengamalkan dengan sepenuhnya perintah ini. Atau seorang yang betabligh, tapi tidak mengkhidmati janda-janda dan anak yatim, dia pun tidak bisa mengatakan bahwa dia sudah mengamalkan perintah ini dengan baik. Untuk itu perlu juga untuk mengorbankan perasaan kita sendiri di jalan Allah Ta’ala. Misalnya marah kepada seseorang, lalu memaafkannya. Didalam perintah ini termasuk juga berbagai macam pekerjaan yang berhubungan dengan khidmat khalq yang seyogyanya diperhatikan secara khusus oleh pemuda-pemudi jemaat kita dan mengkhidmati seluruh umat manusia tanpa membeda bedakan agama dan golongan sesuai standar seorang ahmadi, supaya mereka mendapatkan keridloan Allah Ta’ala….
Dikutip dari tafsir kabir Jilid 7 ,Hal. 523-524

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s