Shirat Hadhrat ABU BAKAR ASH-SHIDIQ Ra

1. Nama dan Keluarga
Hazrat Abu Bakar Ash-Shidiq r.a, menurut beberapa sumber lahir pada tahun 572 M. Beliau berasal dari salah satu kabilah yang terkenal di kalangan bangsa Quraisy yaitu dsari kabilah Ta’im bin Murrah bin Ka’ab. Kabilah ini adalah keluarga bangsawan yang kaya dan bertugas menyusun masalah diat (tebusa darah) dan segala macam ganti rugi. Oleh karena itu mereka dijuluki “ Masbihiz-Zalami “ (pelita-pelita di waktu gelap).
Menurut beberapa sumber,beliau berenama asli Abdullah bin Abi Quhafah. Namun ad ssumber
“ Dari Aisyah r.h : bahwa Abu Bakar masuk kepada Rasulullah SAW lalu Beliau bersabda : kamu adalah lain yang mengatakan bahwa nama asli beliau adalahAbdullaah bin Utsman bin bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin sa’ad bin Luay bin Ghalib bin Fihr Al Quraisy At-Taimi. Selaiin nama-nama di atas belau juga diberi nama ‘Atiq. Nama ini telah disabdakan oleh Rasulullah SAW yang artinya :orang yang dimerdekakan Allah dari neraka lsajak hari itu ia diberi nama ‘Atiq “ (At-Tirmidzi)
Ayah beliau bernama Abu Quhafah yang nama aslinya adalah Utsman bin Amir, sedangkan ibu beliau bernama Ummul Khair yang nama aslinya adalah Salma binti Sakhr bin Amir. Beliau memilaki dua saudara lain yaitu Mu’taq dan Utaiq.
Beliau memiliki empat orang istri :
1. Qutahilah (Abdullah bin Asma)
2. Ummu RUman binti Amir (Abdurrahman dan Aisyah)
3. Asma binti Umais (Muhammad bin Abu Bakar)
4. Habibah binti Kharijah
SElain itu beliau dan Umar juga disebbut Syaikhain Karen a nantinya mereka menjadi mertua dari RAsulullah SAW dan setelah wafatnya Rasulullah SAW mereka menjadi khalifah.

2. Memeluk Islam
Abu bakar lahir kira-kira dua atau tiga tahun setelah Rasulullah SAW lahir. Beliau adalah sahabat karib Raasulullah SAW dari sejak kecil hingga dewasa. Sehingga beliau sangat mengenal sekali siapakah Rasulullah SAW itu.
Suatu kali Abu Bakar sedang berada di luar kota. Ketika belliau pulang, beliau mulai mendengar orang-orang membicarakan tentang pengalaman baru yang dialami Rasulullah SAW itu.. Orang-orang membicarakan kepada beliau bahwa sahabatnya telah menjadi gila dan mulai berkata bahwa para malaikat telah membawa amanat dari Tuhan kepadanya. Mendengar itu beliau bukannya terpengaruh, malahan beliau percaaya sepenuhnya kepada Rasulullah SAW.. Beliau tidak ragu-ragu sedikit pun bahwa RAsulullah Saw tentu benar karena beliau mengenal Rasulullah SAW orang yang waras otak dan jujur. Akhirnya berangkatlah Abu Bakar ke rumah Rasulullah SAW untuk memastikan kebenaranyang terjadi dari apa yang dikatakan orang-orang. Kemudian beliau mengetuk pintu rumah RAsulullah SAW dan setelah diperkenankan masuk segera belliau bertanya, apa yang telah terjadi? Rasulullah SAW khawatir jangan-jangan Abu Bakar salah paham, dan RAsulullah Saw mulai memberi penjelasan yang panjang lebar. Abu Bakar Rasulullah Saw berbuat demikian dan mendesak bahwa yang sebenarnya diinginkan beliau hanya pernyataan, apakah seorang malaikat telah turun kepada Rasulullah SAW dari Tuhan dan memberikan amanat. RAsulullah SAW berniat menerangkan lagi, tetapi Abu Bakar tidak ingin mendengar keterangan itu lagi. Beliau hanya membutuhkan jawaban kepada pertanyaan, apa Rasulullah SAW mendapatkan amanat dari Tuhan. Akhirnya RAsulullah SAW pun menjawab benar demikian dan tanpa ragu-ragu Abu BAkar pun segera menyatakan keimanannya. Karena keyakianan beliau yang tanpa ragu-ragu atas pendakwaan dari Rasulullah SAW, beliau mendapat gelar Ash-Shidiq. (orang yang pertama mengakui pendakwaan Rasulullah SAW).

3. Kehidupan di Era Rasululah SAW
Setelah beliau masuk ke dalm Islam, beliau bersama para pemeluk Islam pada masa awal mulai mengalami penganiayaan-penganiayaan yang dilakukan oleh penduduk Makkah yang mayoritas masih memeluk agama nanak moyang mereka. Namun, penganiayaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Mereka (para budak) dissksa sekehendak tuannya, bahkan banyak dari antara mereka yang syahid Karena penganiayaan majikannya. Melihat penganiayaan yang terus dialami budak ini, beliau terdorong untuk membebaskan mereka dengan membelinya daaari majikannya kemudian memberiny kebebasan. Tidak tanggung-tanggung beliau mengorbankan 40.000 dirham untuk membebaskan mereka. Beberapa budak yang talah beliau bebaskan diantaranya adalah Bilal, Abu Fakih, Ammar, Abu Fuhaira, dll.
SEmakin hari penganiayaan yanag dilakukan oleh kaum kafir Makkah semakin bertambah kejam. Telah banyak para muslim yang syahid karena mempertahankan keimanan mereka. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah. SEtelah orang-orang muslim hijrah, Makkah menjadi sepi dan yang disana hanya Rasulullah SAW, Abu Bakar Ali, dan beberapa budak yang telah baiat. Pada suatu malam kaum Makkah berkumpul di depan rumah Rasulullah SAW dengan maksud membunuh beliau. Namun, sangat disayangkan karena rencana Tuhan untuk membuat Rasululah SAW lolos bertepatan dengan pengepungan tersebut. Sehingga dengan pertolonngan Allah SWT Beliau bisa lolos dengan menyelinap keluar di kegelapan malam. Ketika Rasulullah SAW berjalan melewati mereka, mereka menyangka bahwa beliau orang lain. Dan untuk menghindari kecurigaan Beliau segera bersembunyi. Pada hari sebelumya beliau telah memberi tahu Abu Bakar tentang rencana kepergian mereka. Akhirnya setelah nereka menggabungkan diri, mereka segera pergi menuju Madinah. Kira-kira tiga atu empat mil dari Makkah, diatas sebuah bukit, mereka bersembunyi di sebuah gua bernama Tsur untuk mendari perlindungan. Mengetahui bahwa Rasulullah SAW telah lolos mereka segera berkumpul dan mengirim sebuah pasukan untuk mengejar Rasululah SAW dan Abu Bakar dengan dipimpin oleh seorang ahli jejak. Ketika merteka tiba di gua Tsur, si Pencari Jejak ini berkata bahwa Muhammad SAwitu ada di dalam gua atu naik ke langit. Abu Bakar mendengar ucapan itu hatinya ciut. “ Musuh hampir menangkap kita“, bisik Abu Bakar. “Jangan takut, Tuhan beserta kita”, jawab RAsulullah SAW. “Saya tak takut akan diriku sendiri tetapi takut akan akan keselamatan engkau. Jika aku mati, aku hanya seorang manusia biasa; tetapi jika engkau mati, itu artinya matinya agama dan semangat” (zurqani). “Walaupun demikaian jangan takut, “RAsulullah SAW meyakinkan, kita bukan berdua dalam gua ini, ada wujud yang ke tiga : Tuhan” (Bukhari).
Dari dua peristiwa diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa selama bersama Rasulullah SAW kehidupan Abu Bakar berbah. Beliau rela mengorbankan segalanya mulai dari harta hingga nyawanya pun beliau korbankan untuk Rasulullah SAW dan kepentingan umat Islam. Mungkin selain dua peristiwa yang diatas banyak peristiwa-peristiwa lain yang beliau alami selama era Rasulullah SAW.

4. Abu Bakar Penyelamat Umat
Semakin hari penyakit Rasulullah SAW semakin bertambah gawat. Kematian nampaknya semakin mendekat dan kecemasan semakin mencekam hati para sahabat. Akhirnya, tibalah ruh Rasulullah SAW akan meninggalkan raga jasmaninya dan menghadap Khaliq-nya. Hazrat RAsulullah SAW menyuruh Siti Aisyah mengangkat kepala beliau Karena beliau sudah tidak bisa bernafas dengan baik. Sebelum ajal menjemput beliau, beliau memberi nasehat untuk orang-orang muslim sepeninggal beliau. Setelah memberi nasehat demikian bbeliau akhirnya maenghembuskan nafas terakhir.
Berita tentang kewaafatan Rasulullah SAW itu sampai ke Masjid. Di sanaterdapat banyak yang berkumpul untuk mengharapkan khabar baik, tetapi sebaliknya malahan mendengar Rasulullah SAW telah wafat. Khabar ini bagai halilintar di siang bolong. Ketika itu Abu Bakar sedanga berada di luar kota. Dan disana ada Umar yang telah kehilangan akal dan kesadaran karena sediah atas kewafatan Rasulullah SAW. Apabila ada seseorang yang berkata bahwa RAsulullah SAW telah Wafat maka timbul kemarahan beliau. Ia menghunus pedangnya dan mengancam akan membunuh siapa saja yang berani mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah wafat. Melihat tingkah laku Umar yang berubah, beberapa sahabat akhirnya menjumpai Abu Bakar dan menceritakan apa yang terjadi. Segera setelah mendengar itu, Abu Bakar masuk ke dalam masjid, dan menuju ke kamar Aisyah dan bertanya, “Apakah Rasulullah SAW telah wafat ?”, “Benar”, jawab Aisyah. Maka Abu bakar langsung pergi ke tempat Rasulullah SAW terbujur, dibukanya penutup wajah beliau. Air mata kasih dan kesedihan menetes dari wajahnya dan ia berkata : “Demi Allah, kematian tidak akan datang kepada Anda dua kali”.
Setelah mengucapkan kalimat yang penuh makna itu di dekat jenazah Rasulullah SAW, Abu Bakar keluar, dan sambil menerobos deretan-deretan orang mukmim, dengan tenang berjalan kea rah mimbar. Ketika ia berhenti, Umar berdiri di sampingnya, pedangnya masih terhunus seperti tadi, dan tekadnya telah bulat bahwa jika Abu Bakar mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah wafat, Abu Bakar harus dipenggal lehernya. Ketika Abu Bakar mulai barbicara Umar menarik kemejanya untuk mencegah berbicara, tetapi Abu Bakar merenggut kembalikemejanya dan tak urung berhenti. Kemudian beliau membaca ayat Al-Qur’an :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
“Dan Muhammad tidak lain melainkan seorang rasul. Sesungguhnya telah berlalu rasul-rasul sebelumnya. Jadi, jika ia mati atau terbunuh, akan berpalingkah kamu atas tumitmu ?”
Setelah membaca ayat ini Abu Bakar memberi penjelasan, bahwa siapa diantaramu yang menyembah Tuhan, mereka hendaknya tahu bahwa Tuhan masih hidup dan akan hidup selama-lamanya. Tetapi mereka yang menyembah Muhammad, mereka harus tahu dari aku bahwa Muhammad telah wafat.
Setelah mendengar pidato dari Abu Bakar ini, para sahabat menemukan kembali kesetimbangan rasa dan pikiran mereka. Umar telah berubah sama sekali setelah mendengar ini, kesadarannya timbul lagi. Mata rohaninya telah terbuka lebardan ia mengerti bahwa Rasulullah SAW telah wafat.
Dari kisah ini sangat jelas bahwa Abu Bakar orang yang begitu tinggi akhlaknya. Dengan sebuah pidato yang mengena dan tepat pada waktunya telah menghilangkan kesetimbangan yang terjadi pada diri para sahabat.

5. Menjadi Khalifah Pertama
Tak lama setelah Rasulullah SAW wafat, segolongan besar orang-orang Anshar berkkumpul di Saqifah (Balai Pertemuan) Bani saidah untuk berbaiat kepada Sa’ad bin ‘Ubadah. Mengetahui hal itu Abu Bakar segera pergi ke Saqifah bersama Umar dan Abu Ubaidah bin Jarrah. Tujuan belliau kesana bukanlah untuk merebut khilafat buat dirinya, tetapi membendung fitnah dan mengendalikan fanatik kesukuan antara Anshar dan Muhajirin.
Dengan tenang Abu Bakar menghadapi manusia yang saling berebut untuk memegang khilafat. Memang Abu Bakar telah mengutamakan golongan Muhajirin untuk menduduki kursi khilafat. Tetapi ni semata-mata bukan karena Abu Bakar berasal dari golongan Muhajirin, melainkan ada dua hal yang mendorong beliau untuk mengutamakan kaum Muhajirin yaitu :
1. Hijrah telah menempatkan kaum Muhajirin di barisan terdepan dalam Islam. Hijrah merupakan puncak babak kesulitan dimana segala kakarasan kekejaman Quraisy ditimpakan kepada mereka, tetapi hasilnya justru menambah keimanan dan keteguhan mereka. Inilah yang menjadi tolak ukur Abu Bakar dalam menilai mannusia.
2. orang-orang Anshar begitu berambisi untuk mendapatkannya. Sedangkan Rasulullah SAWmelarang menyerahkanjabatan pemerintahan kepada orang yang meminta atau mengharapkannya.

Akhirnya, tampilah Abu Bakar dan berpidato :
“ Hai golongan Anshar ……! Tak satu pun keutamaan yang tuan-tuan sebutkan, melainkan tuan-tuan memang memilikinya “
Setelah beliau lama berpidato, kemudian belia mengemukakan pendapat siapa yang pantas dicalonkanmenjadi khalifah. Pertama, beliau memilih Umaar karena dia adalah seorang tokoh yang dipilih Allah untuk memperkuat barisan Islam. Kedua, beliau memilih Ubaidah bin Jarrah karenadilujiskan Rasulullah SAW sebagai kepercayaan umat ini.
Kemudian Abu Bakar mendekati kedua orang ini dan berdiri di tenga-tengah mereka seraya berkata : “ Saya mengusulkan salah satu diantara kedua orang ini : Umar da Abu Ubaidah “.
Tangan Umar bergetar, sementara Abu Ubaidah memejamkan matanya yang digenangi air mata. Tiba-tiba Umar berseru : “ Demi Allah, sekiranya saya diajukan lalu ditebas pundak saya tanpa dosa, itu lebih saya sukai daripada memimpin suatu umat yang di dalamnya ada Abu Bakar “.
Belum lagi Umar mengucapkan ucapannya, ia tampil dan merentangkan tangannya untuk baiat kepada Abu Bakar. Dan orang-orang pun berkerumun dan berdesak-desakan ke muka untuk bai’at.
Akhirnya, pada tahun 632 M beliau secara resmi terpilih menjadi khalifah pertama. Namun, kekhalifahan beliau tidak berlangsung lama karena kira-kira dua tahun setelah beliau terpilih menjadi khalifah pertama, beliau wafat.

6. Tindakan-Tindakan yang Diambil Setelah Menjadi Khalifah
Setelah menjadi khalifah, timbul beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan Negara Islam saat itu. Adapun masalah-masalah yang timbul adalah :
a. Beberapa suku Arab yang berasal dari suku Hijazdan Nejad membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada.
b. Beberapa diantaranya menolak membayar zakat
c. Beberapa yang lain murtad
d. Beberapasuku mengklaim hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad SAW
e. Ada yang mengklaim ddirinnya sebagai nabi baru yaitu Musailimah Al Kadzab
untuk mengatasi hal ini beliau menyatakan perang terhadap mereka semua. Khusus untuk Musailimah beliau mengutus Khalid bin Walid untuk memimpin perang melawannya dan akhirnya Musailamah pun kalah.
Selain menyatakn perang kepada yang bermasalah di atas, beliau juga mengadakan ekspedisi ke utara. Beliau memerintahkan untuk melawan kekaisaran Bizantium dan Sassanid. Selain itu beliau mengutus Khalid bin Walid ke Irak dan dengan mudah ia dapat menaklukannya termasuk juga Suriah.
Adapun mengenai Al-Qur’an,beliau juga bearperan penting dalam pelestarian teks-teks tertulis Al-Qur’an. Beliau meminta Umar bin Khatab untuk mengumpulkan koleksi-koleksi dari Al-Qur’an. Masih banyak tindakan-tindakan yang beliau lakukan untuk mempertahankan dan memajukan Islam. Namun, karena keterbatasan penulis banyak yang terlewat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s