Satu Senyum untuk Derita Perjalanan

Oleh : Ridhwan Ibnu Luqman

Berjalan, kepanasan, kelaparan, dan kehausan
Anak manusia pergi menempa diri mencari sebuah arti
Bukan untuk mimpi atau sekedar cita-cita
Manusia yang hina belajar memaknai taqwa

Jika hidup adalah perjalanan
Maka inilah arti dari seorang pengabdi mencari ridha Illahi
Surga yang dinanti atau neraka yang sengaja dilupakan
Bukan tujuan Murid Imam Mahdi berjalan kaki

Kutengok wajah dunia yang semakin kusam
Dan laku setiap insan yang berhias diri hanya untuk sendiri
Kepedulian seolah lenyap ditelan zaman
Dan tersisa Iman yang perlu siraman Murid Imam Mahdi

Aku yang sombong, selalu berkata bisa dan pasti mampu
Namun kala itu tubuhku bak debu kotor beterbangan
Hari itu aku adalah kutu yang tak bermutu
Kemudian Perjalanan mengupas kebanggaan jadi titik kesadaran

Hari itu penuh siksa penuh derita dan segala
Tapi kepuasan hanya ada pada satu senyuman
Hamesyah Muskrate rahe
Akhirnya perjalanan jadi arti merias diri di hadapan Illahi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s